Selamat datang di Webblog BEM FIS UNY - Badan Eksekutif Mahasiswa - Fakultas Ilmu Sosial - Universitas Negeri Yogyakarta 2012

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Seputar Ospek 2012. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Ospek 2012. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Agustus 2012

Menjadi Mahasiswa yang Sesungguhnya



Menjadi Mahasiswa yang Sesungguhnya

“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang” (Bung Karno)

            Menjadi mahasiswa adalah sebuah anugerah yang sangat luarbiasa. Butuh kerja keras dan perjuangan yang tak mudah untuk mendapatkannya, hal ini dapat dilihat dari ketatnya persaingan test akademik masuk perguruan tinggi yang diikuti lebih dari ribuan dan bahkan jutaan calon mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Selain itu, persaingan finansialpun menjadi ajang yang tak kalah hebatnya untuk diperhitungkan pula, terutama bagi kalangan masyarakat kaum kelas menengah kebawah.
Biaya pendidikan yang kian meroket, ditambah kian menjamurnya pungutan biaya lainya semakin menjadikan tamparan keras terhadap potret kondisi nasib pendidikan dan berbagai permasalahan di negeri ini yang tak kunjung terselesaikan hingga sekarang. Potret pendidikan yang kian terdustakan oleh kapitalisme dan liberalisasi pendidikan yang telah mengubur dalam-dalam impian besar cita-cita luhur bangsa Indonesia untuk turut serta berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kondisi inilah yang menjadikan paradigma masyarakat untuk berfikir ribuan ulang memutar otak yang semakin tergalaukan untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas emas dalam kehidupannya.
Jadi beruntunglah kalian kawan-kawanku semua wahai generasi bangsa yang sekarang ini telah benar-benar berkesempatan menjadi mahasiswa, Hidup Mahasiswa Indonesia !!!. Perjuangan demi perjuangan panjang telah kalian lalui, Meskipun demikian, sejatinya perjuangan belumlah berakhir karena dari sinilah awal perjuangan yang sesungguhnya dimulai. Perjuangan untuk menjadi mahasiswa yang sesungguhnya, mahasiswa yang visioner, mahasiswa yang aktif, responsif dan mampu berkontribusi lebih sebagai agent of change, sebagai pembebas segala pengikat belenggu kebodohan, kebobrokan, penindasan, mahasiswa yang mampu menjadi mesin penghancur tanggul-tanggul KKN yang kian terkokohkan dan menjadi mahasiswa  problem solver, kritis disegala hiruk pikuk problematika bangsa baik dari dari segi sosial, ekonomi, politik, sampai agama yang kian memprihatinkan untuk negeri tercinta ini.
Jika hanya sepuluh orang pemuda saja mampu mengguncangkan dunia seperti yang dikatakan oleh Soekarno, maka dengan hadirnya ribuan mahasiswa dan pemuda di era masa sekarang ini, sudah sangat jelas akan mampu mengguncang dunia dengan dahsyatnya dan tak hanya satu dunia saja, bahkan ratusan kali lipat dunia sekalipun akan mampu diguncangkan oleh pemuda dengan mudahnya.
Ingatlah kawan, generasi muda adalah generasi the leader of tomorrow, nasib dan masa depan sebuah bangsa dipertaruhkan dan ditentukan oleh kalian, ditangan kaum muda, mahasiswa Indonesia. Sehingga dari dari tangan-tangan kalianlah ribuan juta rakyat Indonesia yang bersimpah darah menanti dan menaruh harapan besar untuk mencetak perubahan menuju Indonesia yang lebih baik.
Sungguh ironis bila ribuan permasalahan yang ada di negeri ini, kita para mahasiswa hanya terpaku diam, apatis untuk memikirkanya dan bahkan enggan untuk terlibat didalamnya. Padahal mahasiswa adalah kaum intelektual, kaum dimana orang-orang yang memiliki segudang pemikiran yang mampu memberikan pencerahan atas problematika bangsa yang tengah melanda bertubi-tubi negeri ini. Mahasiswa merupakan symbol intelektualitas dan moralitas yang bersih baik dari manipulasi dan kosnpirasi yang ada, sehingga sudah saatnya mahasiswa bukan lagi sebagai penambah masalah, melainkan sebagai pemecah masalah karena mahasiswa adalah agent perubahan yang memiliki kelebihan baik dalam tingkat pengetahuan, daya nalar maupun kepekaan sosial yang lebih.
Dan pertanyaannya kini, masihkah kita akan terdiam dan apatis terhadap kondisi permasalahan dinegeri ini? Apakah cerminan dan potret segala kondisi bangsa pada saat ini atau hari ini belum mampu dan cukup untuk menyadarkan kita sebagai mahasiswa untuk terus bergerak melawan ketidakadilan dan ketimpangan sosial yang semakin merajalela, dari tindakan amoral, kasus Korupsi sampai kasus konflik SARA dan HAM maupun yang lain sebagainya yang telah mencoreng nama baik bangsa ini sebagai bangsa yang berbudi luhur? Dimanakah keberadaan mahasiswa, kaum muda, kaum intelek sekarang? Dimanakah semangat mereka, semangat pemuda dan mahasiswa tempo dulu yang pernah berkobar mendulang dan menggoreskan prestasi kejayaan untuk negeri ini?
Mari kawan, tidaklah pernah ada kata terlambat untuk kita kembali menyuarakan suara dengan lantang dan keras, bahwa kita tegak berdiri disini untuk negeri kita tercinta, Negara INDONESIA, Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia!!! mari kita bangkit untuk terus menjadi garda terdepan, mari genggam tangan kita bersama-sama, bangkitkan semangat mahasiswa Indonesia baru, kita rebut kembali masa-masa kejayaan tempo dulu yang pernah ditorehkan pemuda dan mahasiswa dimasa lalu dengan jiwa-jiwa semangat baru kita sekarang, tanpa kenal rasa lelah, tanpa kenal rasa takut, dan tanpa kenal kata putus karena perjuangan akan terus kita kobarkan sampai pada titik darah penghabisan untuk menuju Indonesia yang sejahtera nan jaya.
Sudah cukup terlalu lama kita telah terdiam dan termenung dengan segala kondisi seperti saat ini, sudah saatnya kita sekarang sadar, bahwasanya ribuan juta rakyat Indonesia membutuhkan kita kawan-kawan. Mari kita ukir dan ciptakan sejarah baru, generasi kita yang cerdas, intelek, mandiri, cendekia dan tentunya generasi yang berkarakter karena sejatinya kita semua adalah mahasiswa yang sesungguhnya itu. [*]

“Jangan pernah tanyakan apa yang dapat negara berikan kepadamu, tetapi pertanyakanlah pada dirimu, apa yang dapat kamu berikan untuk negara !!!”

Penulis
Ahmad Syaiful Hidayat
Mahasiswa Pendidikan Geografi
Pimpinan Redaksi LENTERA
Kadept. MJ  BEM FIS UNY 2012
www.ipungberjuang.com

Di balik Ideologi Gerakan Mahasiswa


Di balik Ideologi Gerakan Mahasiswa

Kampus merupakan lahan ilmu yang ternyata menyimpan banyak misteri ideologi, mulai dari ideologi keagamaan sampai ideologi  sekuler. Mahasiswa merupakan sasaran empuk yang sangat mudah dirasuki oleh ideologi-ideologi tersebut, karena pemikiran mereka yang cenderung jernih, lugu, dan mengagungkan sesosok tokoh mahasiswa yang tercitrakan sebagai aktifis berprestasi atau jabatan yang sekiranya dapat dijadikan panutan bagi dirinya. Oleh karena itu, jargon “siapa cepat dia dapat!” merupakan parameter yang tepat untuk menggambarkan mengapa kita harus menyambut mahasiswa baru dengan acara yang terkemas rapi. Semakin kita dapat melakukan sambutan yang baik  kepada mereka, maka akan semakin besar pula kita untuk dapat rasuki ideologi tertentu kedalam pikiran mereka.
Ideologi adalah prinsip, yaitu keyakinan yang mengarahkan perilaku mahasiswa. Pada umumnya ideologi dijadikan sasaran arah langkah perbuatan mahasiswa, bertindak demi kebaikan orang banyak. Meskipun begitu, tetap ada pengecualian untuk mahasiswa dengan tipe karyawan. Mereka cenderung untuk bersikap apatis, hanya berfikir bagaimana mendapatkan sebuah hasil belajar dengan IPK setinggi-tingginya, bak dewa yang akan menghantarkan mereka kesebuah lahan pekerjaan. Mereka inilah yang biasa disebut sebagai mahasiswa kupu-kupu (kuliah- pulang- kuliah- pulang).
Mahasiswa dan ideologi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Sejarah mencatat bahwa ideologi mahasiswa mampu meruntuhkan rezim yang pada akhirnya mampu mengubah garis sejarah. Misalkan pada tragedi 1998, saat itu mahasiswa mampu merobohkan era orde baru yang kurang lebih 32 tahun telah menghegemoni bangsa Indonesia. Mahasiswa adalah kaum intelektual sebagai pioneer perjuangan yang memperjuangkan nasib rakyat dan kaum tertindas.
Kini zaman mulai berubah, tantangan yang dihadapi mahasiswa pun ikut berubah. Mahasiswa tidak lagi dihadapkan pada seorang pemimpin yang memiliki kuasa penuh atas negaranya, namun lebih kepada banyak kepentingan yang berusaha menjadikan negara sebagai tempat untuk berkuasa. Tekait hal tersebut, nampaknya partai politik sudah menjadi rahasia umum untuk dibicarakan. Sudah banyak parpol yang berdiri di negara ini, karena saat ini parpol memiliki peran sebagai jasa angkut untuk memperoleh kekuasaan. Kekuatan parpol kini menjadi kendaraan untuk memperoleh kekuasaaan secara instan. Jika begini, kepentingan rakyat Indonesia pun terpecah menjadi beberapa golongan sesuai dengan kepentingan rakyat yang seperti apa yang akan dibela oleh masing-masing parpol. Seperti golongan rakyat jelata, rakyat elit, rakyat religius, dll.
Sejak era reformasi banyak perkembangan yang terjadi pada dunia pendidikan di bangsa ini, terutama pada tendensi mahasiswa yang membutuhkan penyesuaian dan pembinaan, baik dalam kebijakan ataupun organisasi eksternal. Melakukan pengayaan pengetahuannya, mahasiswa pun perlu mengikuti kegiatan-kegiatan, baik oleh organisasi intra ataupun organisasi ekstra. Hal ini tertera pada SK Dirjen Dikti no. 26/DIKTI/KEP/2002 tentang pelarangan organisasi ektra untuk masuk ke dalam kampus. Kondisi yang sangat riskan pada kontek ini adalah organisasi ektra cenderung lebih mudah digunakan sebagai alat kepentingan parpol sehingga dapat mengganggu suasana kampus sebagai tempat menimba pengetahuan. Namun, apakah peraturan tersebut benar-benar telah dilaksanakan ?
Cara cerdas yang dilakukan untuk mempropagandakan kepentingan politik ternyata mampu mengecoh peraturan tersebut. Misalnya, melakukan: 1) Gerakan Struktural, yaitu Gerakan membangun basis dukungan institusi, eleman internal kampus dan eksternal kampus. 2) Gerakan Kultural, yaitu Gerakan melayani masyarakat kampus, terutama mahasiswa, dan memastikan kehadiran golongan berkepentingan politik ini adalah anugerah terindah untuk kampus tercinta. 3) Gerakan Kader: Membagun basis kader melalui perekrutan secara massif (kuantitas) dan peningkatan kualitas kader agar kader-kadernya di kenal publik sebagai kader yang berkualitas tinggi dan mampu menunjukkan Wajah panutan secara benar sebagaimana kualitas-kualitas dalam kaderisasi yang dijalani.
Kasat mata terlihat begitu cerdas ketika gerakan-gerakan tersebut berkecimpung di dalam sistem organisasi intra kampus. Namun, nampaknya kecerdasan tersebut hanya dimiliki oleh penguasa-penguasa yang beredar pada jabatan tinggi dalam sistem kepartaian tersebut karena mau tidak mau mereka menutupi kepentingan politiknya dengan selimut wacana  yang dianggap baik di mata publik.
Jika sudah seperti ini, gerakan intelektual dan moral tak lagi pantas disandang oleh mahasiswa. Gerakan ini terkesan seperti melakukan pembodohan dan mungkin bisa saja menghalalkan berbagai cara demi kepentingan politiknya. Belum lagi bila memikirkan realitasnya, sebuah parpol yakni: membutuhkan kondisi keuangan yang baik untuk melancarkan gerakannya. Miris sekali jika itu diperoleh dari SPP mahasiswa apabila gerakan-gerakan ini berada pada intra kampus. Oleh karena itu dirjen dikti mengeluarkan SK tentang pelarangan organisasi ekstra untuk masuk dalam kampus karena riskannya wilayah mahasiswa apabila terkontaminasi dengan partai politik.
Sejatinya, gerakan mahasiswa adalah gerakan berbasis intelektual dan moral. Hati nurani mahasiswa adalah ideologi yang harus dikembalikan. Hati yang memiliki hak untuk selalu merasakan hati rakyat dan bukan digunakan sebagai robot kekuasaan politik. Memiliki daya kritis serta menjunjung tinggi gerakan budaya membaca, menulis dan berdiskusi.
Hidup Mahasiswa Indonesia !!

Handoko Tri Saputra
Mahasiswa P. ADP 2010
PJS Ketua BEM FIS UNY 2012

Melestarikan Budaya Mahasiswa: Membaca, Diskusi, dan Menulis


Melestarikan Budaya Mahasiswa: Membaca, Diskusi, dan Menulis
Oleh:
Jumai Rofiana

Mahasiswa merupakan generasi muda yang memiliki peranan penting dalam proses maju dan berkembangnya suatu bangsa. Tanggung jawab untuk meneruskan keberlangsungan negara merupakan tugas generasi muda, termasuk mahasiswa di dalamnya. Sehingga mahasiswa dituntut untuk memiliki potensi dan semangat yang luar biasa. Menjadikan mahasiswa yang luar biasa, cerdas, serta berbudi pekerti luhur yang sejalan dengan negara dan bangsa Indonesia memang tidaklah mudah, untuk itu mahasiswa harus benar-benar menghayati dimana dirinya ditempatkan. Budaya membaca, diskusi, dan menulis merupakan budaya yang bagus dikembangkan dan dilestarikan untuk menjawab tanggung jawab generasi muda mendatang.

Mahasiswa tanpa membaca, diskusi, dan menulis selayaknya perang tanpa membawa senjata, karena dari ketiga tradisi tersebut mahasiswa mendapatkan banyak pengetahuan. Membiasakan membaca adalah suatu hal yang dapat dikatakan wajib bagi mahasiswa, karena dengan membaca dapat memperoleh banyak informasi-informasi baru dan ilmu pengetahuan yang tak terbatas. Buku mampu membawa keliling dunia tanpa beranjak dari tempat membaca. Buku mampu memberikan ide-ide serta inspirasi yang luar biasa, jadi sudah seharusnya membaca menjadi sebuah kebiasaan dan kesenangan demi bertambahnya wawasan.

Membaca memberikan pengetahuan yang sangat banyak, untuk itu agar ilmu yang diperoleh dengan membaca bisa dibagikan kepada orang lain, diskusi merupakan salah satu cara untuk menyampaikannya. Diskusi memberikan banyak manfaat, seperti: memperoleh dan menambah wawasan serta informasi baru, berbagi ilmu, belajar menghargai pendapat orang lain, membiasakan berpikir kritis, memperoleh teman dan lain sebagainya. Budaya diskusi yang edukatif sangat penting dikembangkan dikalangan mahasiswa, sehingga pola pikirnya jauh lebih berkembang dan terbuka.

Zaman sejarah dimulai sejak ditemukannya tulisan, di mana manusia menuliskan peradabannya untuk mengenang peristiwa penting dan segala aktifitas manusia yang menjadi perhatian pada masanya. Sehingga selain membaca dan berdiskusi, mahasiswa perlu melestarikan budaya menulis untuk mengabadikan hal-hal penting yang akan menjadi sejarah di masa depan. Manusia tentu memiliki keterbatasan untuk mengingat, sehingga tulisan dapat dijadikan sebagai suatu bahan pengingat. Selain itu sebagai mahasiswa, menulis dapat dijadikan sebagai sebuah sarana yang positif dan edukatif untuk menyampaiakan banyak hal dan mengkritisi permasalahan-permaslahan yang ada. Menulis memungkinkan penulis untuk berbagi ilmu kepada lebih banyak orang, karena tulisan dapat dipublikasikan dan memungkinkan semua orang dapat membacanya.

Tiga budaya mahasiswa yang tidak hanya cukup dengan dijaga dan dilestarikan saja, tapi harus pula selalu dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mahasiswa bukakanlah sekumpulan manusia tanpa pergerakan, setidaknya bergerak untuk diri sendiri dan masyarakat sekitarnya. Melalui budaya membaca, diskusi, dan menulis akan menjadikan mahasiswa semakin memahami diri dan tujuan hidupnya, serta dapat memahami diri untuk mendukung kemajuan bangsanya.

Jumai Rofiana
Mahasiswa Pendidikan Sejarah 2009
Bendahara I BEM FIS UNY 2012

MEWUJUDKAN MAHASISWA IDEAL


MEWUJUDKAN MAHASISWA IDEAL
Oleh:
Cucu Sutrisno

“Kaum muda adalah aset bangsa dan menjadi mahasiswa mengembangkan aset itu jadi semakin berharga sebab selemah-lemahnya mahasiswa sejatinya memiliki pemikiran besar yang mampu mengubah dunia”
            Di berbagai Negara di dunia, kaum muda seringkali mendapat tempat mulia dimata masyarakat sekitarnya. Kemuliaan itu ada, karena kaum muda acapkali dianggap sebagai kalangan pembaharu yang akan membawa perubahan tatanan hidup bangsa kearah yang lebih baik. Bahkan, secara lugas sisi istimewa kaum muda dikatakan Founding Father sekaligus proklamator kemerdekaan Republik Indonesia Ir Soekaarno, bahwa sepuluh pemuda mampu mengguncangkan dunia. Maka sebagai pemuda seyogianya kita merasa bangga.
            Dewasa ini kaum muda tak lagi dapat mengubah dunia hanya melalui perjuangan fisik melawan penjajah. Di Indonesia khususnya, kaum muda mampu mengubah dunia melalui realisasi pemikiran-pemikiran besar yang dimilikinya. Seperti ketika pemuda pada tahun 1998 melakukan gerakan reformasi yang hasilnya dapat kita rasakan sampai saat ini. Seiring semakin banyaknya lembaga pendidikan dewasa ini, kecerdasan berpikir kaum muda untuk mewujudkan kejayaan bangsanya dapat diasah melalui jenjang pendidikan. Seperti yang dipesankan Bapak pendidikan Indonesia, Kihajar Dewantara bahwa melalui pendidikanlah sebuah bangsa akan mampu mewujudkan kejayaannya. Namun hanya sebagian kecil diantaranya yang mampu mengenyam dunia pendidikan sampai ke jenjang tertinggi, jenjang perguruan tinggi. Salah satu diantaranya adalah kita, sedikit kaum muda yang diberi keberkahan Tuhan untuk menyandang gelar mahasiswa. Maka sebagai mahasiswa seyogyanya kita berbahagia.
            Sejatinya, mahasiswa merupakan kaum muda intelek yang diproyeksikan menjadi pembaharu dimasa yang akan datang. Realisasi pemikiran-pemikiran besar yang didapat melalui studinya menjadi tumpuan ketercapaian tanggung jawab yang secara otomatis disematkan padanya. Agar mampu memiiki pemikiran-pemikiran besar mahasiswa harus bersungguh-sungguh melaksanakan tugasnya secara konsisten yakni belajar. Kegiatan belajar mahasiswa tak hanya berkutat pada penguatan hard skill semata namun juga harus menyentuh pada pengembangan soft skill. Kesempurnaan hard skill akan didapat mahasiswa melalui pelaksanaan trilogy pendidikan secara aktif yakni membaca, menulis dan berdiskusi dalam berbagai kegiatan kemahasiswaannya. Sedangkan kematangan soft skill harus diwujudkan mahasiswa melalui berbagai kegiatan yang bersinggungan langsung dengan penyelesaian problematika  masyarakat dan bangsa. Sebab sebaik-baik mahasiswa adalah yang memiliki hard skill dan soft skill yang sama baiknya. Hanya dengan kesungguhanlah mahasiswa ideal yang didambakan itu dapat diwujudkan. Maka menjadi mahasiswa merupakan momentum perjuangan.
            Berjuang menjadi mahasiswa ideal tidaklah mudah. Sebab idealnya mahasiswa memiliki kemapanan pengetahuan, kematangan emosional dan kesempurnaan spiritual. Kapasitas itulah yang menjadi penuntun mahasiswa menelurkan pemikiran-pemikiran besar yang akhirnya direalisasikan untuk kejayaan diri, keluarga, masyarakat dan bangsanya. Maka yang harus kita lakukan adalah berjuang mengidealkan diri sebagai mahasiswa saat ini juga.
Cucu Sutrisno
Mahasiswa PKnH
PJS Kadept. SOSPOL BEM FIS UNY 2012

Hari Pertama, OSPEK UNY 2012


OSPEK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Hari Pertama 6 Agustus 2012

OSPEK Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2012 dimulai sejak tanggal 6 - 7 Agustus 2012. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Olah Raga Universitas Negeri Yogyakarta dan secara resmi dimulai pukul 08.00. Sebanyak 6.191 mahasiswa baru UNY hadir dalam kegiatan tersebut. Sehingga, GOR dengan kapasitas 5000 kursi itu tampak membiru bersaman dengan birunya jas almamater yang mahasiswa kenakan. Cukup riuh yel-yel tiap fakultas sejak akan memasuki GOR UNY hingga di dalam GOR.
            Pembukaan OSPEK Universitas Negeri Yogyakarta, diawali dengan masuknya penari dari FBS disusul oleh jajaran birokrat Universitas Negeri Yogyakarta hingga menaiki panggung utama. Dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Hymne UNY. Selanjutnya, panitia penerimaan mahasiswa UNY 2012 mengumumkan jumlah mahasiswa yang diterima pada tahun 2012 ini sebanyak 6191 dengan rincian Fakultas Ilmu Pendidikan 1125 mahasiswa, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 718 mahasiswa, Fakultas Bahasa dan Seni 1090 mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial 743 mahasiswa, Fakultas Teknik 1180 mahasiswa, Fakultas Ilmu Keolahragaan 635 mahasiswa, dan Fakultas Ekonomi 700 mahasiswa.
            Pembukaan OSPEK UNY 2012 dibuka oleh Prof. Dr. Rochmad Wahab selaku Rektor UNY. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan berbagai kejuaraan-kejuaraan yang diraih oleh UNY selama tahun 2011-2012. Hal ini diharapkan mahasiswa mampu berfikir jauh kedepan tentang pendidikan yang akan mereka jalani kedepannya, dengan prestasi-prestasi yang harus mereka raih dan terus meningkatkan kejuaran-kejuaraan yang telah diraih selama ini.
             Prestasi itu menggambarkan UNY tidak hanya fokus dalam bidang akademik tetapi non-akademik juga menjadi perhatian lebih dari UNY. Semua itu karena ide-ide cemerlang dari mahasiswa dalam mengikuti kejuaraan. Selain itu, beliau juga mengemukakan tentang pentingnya pendidikan karakter yang perlu ditanamkan pada jiwa mahasiswa agar menjadi mahasiswa yang mandiri, dan mampu membentuk mental dan skill dari setiap mahasiswa. Diakhir pidatonya, beliau secara resmi membuka OSPEK Universitas dengan memukul gong enam kali dan dilanjutkan menyanyikan mars UNY.
            Dilanjutkan orasi dari Menteri Pendidikan oleh Prof Dr Ir Mohammad Nuh, beliau menyampaikan betapa pentingnya menjadi mahasiswa UNY dan beliau juga mengemukakan beberapa point penting yakni: pentingnya dunia pendidikan, pentingnya membangun kecerdasan, dan pentingnya profesi sebagai guru. Selain beberapa hal diatas, beliau mengemukakan ciri-ciri orang yang sukses:
Pertama, didalam Pola pikir/mindsate harus tertanam apa yang dinamakan how to surf. Bagaimana cara menyelesaikan masalah. Seseorang yang tidak cerdas jika mendapat masalah akan selalu mempersoalkan masalah tersebut. Berbeda dengan orang yang cerdas jikalau mendapat masalah akan mencari jalan keluar dari masalah tersebut.
Kedua, efisien waktu. Orang cerdas jika mendapat masalah tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.
Ketiga, prinsip kemartabatan.
Keempat, selalu menyelesaikannya dengan tepat waktu. Orang cerdas dalam menyelesaikan masalah selalu tepat waktu tidak pernah menunda-nunda suatu masalah.
Dalam orasinya, UNY ditunjuk sebagai contoh universitas yang  telah memberi akses seluas-luasnya kepada lulusan sekolah menengah untuk dapat merasakan dan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi tanpa ada hambatan-hambatan yang diberikan kepada calon mahasiswa tersebut. Sehingga mampu menjangkau masyarakat-masyarakat kecil yang memiliki intelektual tinggi melalui berbagai program, salah satunya program Bidik Misi. Sehingga rendahnya pendidikan di Indonesia mampu diperkecil. Terakhir dalam pidatonya beliau mengemukakan tanamkan, dan bangunkan kejujuran untuk pendidikan yang lebih baik.
            Setelah acara orasi dari Menteri Pendidikan, dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan display UKM dari tiap-tiap fakultas. Dimulai dari pembacaan puisi oleh seorang panitia BEM KM dengan lantang memecah suasana dari hening menjadi semangat yang membara. Ditambah orasi yang sangat dahsyat dari masing-masing Ketua BEM kobarkan semangat baru untuk Maba. Display UKM ini berakhir sore hari, dan dengan panduan panitia ospek Universitas, satu persatu mahaiswa dari tiap-tiap fakultas keluar dari GOR dan kembali ke fakultas masing-masing. [Surya]

Merokok Di kampus, Denda 60 Juta Rupiah


Merokok Di kampus, Denda  60 Juta Rupiah

Pada saat acara bincang-bincang OSPEK FIS UNY 2012 bersama jajaran dekanat FIS, Rabu (8/8) di taman pancasila,  Saliman, M. Pd selaku wakil dekan II FIS UNY mengutarakan keinginannya untuk memberlakukan UU larangan Mahasiswa merokok di area kampus. Larangan ini lantaran karena banyak sekali mahasiswa yang merokok, putung dan bekas rokok kerapkali mengotori lantai mapun lingkungan kampus. “bila melanggar, dikenakan sanksi denda 60 Juta Rupiah” tegas Saliman.

            Menurut pengakuan salah seorang maba, larangan dan denda kepada mahasiswa untuk tidak merokok merupakan salah satu kebijakan yang berlebihan, karena yang merokok bukan saja dilakukan oleh mahasiswa saja, tetapi dilakukan juga oleh para dosen dan karyawan. “Jika UU Larangan mahasiswa Merokok dikampus hanya diterapkan dan berlaku untuk mahasiswa dan tidak berlaku untuk dosen maupun karyawan, sama aja bohong” katanya.

            Senada dengan hal tersebut, Handoko selaku PJS Ketua BEM FIS UNY juga kurang sependapat dengan diberlakukannya UU larangan tersebut. “saya tidak setuju, karena terlalu berlebihan dan berkesan kampus hanya ingin mengejar prestise penghargaan sebagai kampus terbersih UNY di tahun mendatang dengan mengesampingkan kepentingan mahasiswa yang lebih penting, seharusnya mending lebih baik smoking area yang udah ada diterapkan secara maksimal saja, karena kita ketahui sampai pada saat ini smoking area tidak berfungsi sebagaimana mestinya” papar Handoko lebih lanjut.

Menanggapi pernyataan tersebut, Prof. Dr. Adjat Sudrajat, M. Ag, selaku Dekan FIS UNY mengungkapkan bahwa larangan ini akan di berlakukan untuk seluruh masyarakat kampus dan tidak terkecualikan. “Kalau mahasiswa ada yang melihat dosen atau karyawan merokok silahkan ditegur dan diingatkan, ‘matikan saja pak, rokoknya!!!’ ” tegas adjat Sudrajat,

Di balik larangan tersebut, memang dibenarkan bahwa Saliman mengungkapkan  terdapat keinginan kampus FIS UNY untuk merebut kembali gelar kampus terbersih lagi di UNY untuk tahun mendatang. “pada tahun ini kampus FIS harus cukup puas pada urutan ke dua setelah kampus kuning FIK, yang sebelumnya kampus kita selama empat tahun berturut-turut menyandang gelar sebagai kampus terbersih” ungkap Saliman lebih lanjut. [ipung]

TIM MEDIA CENTER KM FIS DAN PERS KAMPUS



            Hal yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika berlangsungnya kegiatan ospek tahun 2012 ini adalah terbentuknya tim Tim Media Center di kampus FIS UNY. Tim Tim Media Center merupakan sebuah tim khusus pers mahasiswa keluarga mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial yang dibentuk oleh Departemen Media dan Jaringan BEM FIS UNY yang beranggotakan perwakilan dua orang mahasiswa dari setiap Ormawa KM FIS UNY.
            Adapun fungsi dan tujuan terbentuknya tim Tim Media Center adalah sebagai pusat informasi terkait rangakian Ospek  dan  sebagai upaya untuk menjamin dan mewadahi adanya kebebasan pers mahasiswa khusus UNY yang berdasarkan dan berlandaskan kode etik jurnalistik dan aturan Undang-undang Ospek yang berlaku.
            Keberadaan Tim Media Center merupakan tim yang sangat penting dan dibutuhkan, hal ini mengingat kondisi pers mahasiswa UNY dari tahun ke tahun, dimana pers kampus sebagain besar tidak memiliki kewenangan dalam hal peliputan misalnya, kerap kali jurnalis harus bersitegang dengan panitia ospek dan lain sebagainya dalam menjalankan tugas dan fungsinya, maka dengan hadirnya Tim Media Center di tengah-tengah pelaksanaan Ospek mampu memberi pencerahan dan menjadi jembatan penghubung antara panitia ospek dan pers mahasiswa.
Keberadaan Tim Media Center KM FIS mungkin berbeda dengan Tim Media Center fakultas lain yang kebanyakan memiliki fungsi dan tujuan lebih pada ranah sebagai pengawas dan penyortir media massa. Namun Tim Media Center KM FIS sendiri memiliki peran dan fungsi yang jauh lebih komplek diantaranya yang seperti dijelaskan sebelumnya sebagai penghubung antara panitia Ospek dan jurnalis khususnya kampus UNY. selain itu Tim Media Center KM FIS UNY sendiri berperan juga sebagai lembaga pers mahasiswa juga yang berperan juga sebagai jurnalis. Hal ini di buktikan dengan terbitnya buletin Tim Media Center dan berita-berita online di web http://bem.fis.uny.ac.id yang menyuguhkan serangkaian kegiatan ospek berlangsung.
            Ahmad Syaiful Hidayat (ipung)
Mahasiswa Pendidikan Geografi
Ketua Tim Media Center FIS 2012

SDP PENELITIAN


SDP PENELITIAN SCREEN
“SOCIAL RESEARCH WITH FUN AND FRIENDLY MAKE US TAKE CARE THE ENVIRONMENT”

            SCREEN merupakan salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di Fakultas Ilmu Sosial yang bergerak dalam ranah Penelitian. Guna memperkenalkan UKM SCREEN kepada mahasiswa baru FIS UNY, tema yang diusung dalam kapita selekta tahun ini adalah “Social Research With Fun And Friendly Make Us Take Care The Environment”. Sesuai dengan tema yang diambil, pembukaan kapita selekta diawali dengan sebuah game dan teriakan jargon untuk mencairkan suasana forum tersebut agar mahasiswa lebih akrab dengan UKM SCREEN.
            Sebanyak 116 mahasiswa baru FIS UNY ikut bergabung dalam acara tersebut. Pengetahuan mereka terkait penelitian juga diperjelas dengan presentasi dari Ibu Siti Umi Khayatun. Presentasinya terkait langkah awal dalam memasuki bidang penelitian, telah mengubah image penelitian yang kental dengan dunia laboratorium dengan dunia sosial yang ada di sekitar kita. Ia juga menambahkan, penelitian haruslah menggunakan metode yang benar, tanpa metode yang benar penelitian tersebut gagal.
            Tingkat keaktifan dan keseriusan mahasiswa yang akan menekuni bidang penelitian cukup tinggi. Terlihat ada beberapa mahasiswa yang bertanya terkait penelitian yang dilakukannya. Hal ini yang mendorong pengurus SCREEN untuk terus meningkatkan bentuk kegaiatan penelitian kepada mahasiswa baru, agar lebih mendalami dunia penelitian sehingga diharapkan mampu membuat karya-karya ilmiah yang berkualitas. (Surya Kurniawan)

Kapita Selekta SDP Leadership tahun 2012


Kapita Selekta SDP Leadership tahun 2012

Kapita selekta SDP Leadership FIS bagi mahasiswa baru diselenggarakan pada Rabu (08/08). Pada Ospek tahun ini panitia SDP Leadership FIS menghadirkan pembicara yang hebat yaitu Pidi Winata. Meskipun, peminat SDP ini tidak sebanyak dengan peminat SDP yang lain, namun acara ini cukup mendapatkan respon yang positif dari mahasiswa baru FIS, seperti yang katakan oleh Ratih Wulandari mahasiswa baru Jurusan Ilmu Sejarah, “Acaranya seru, apa namanya kan ngasih wawasan gitu para maba, apa namanya untuk menjadi pemimpin. Terus apa namanya besok gimana kalau diLeadership itu ada seminar” ujarnya.
Pada kapita selekta yang pertama ini, pembicara belum menyampaikan hal-hal mengenai seorang pemimpin secara detail, namum baru memberikan motivasi kepada para mahasiswa baru. Selain itu, beliau juga menyampaikan beberapa point penting antara lain, memotivasi mahasiswa agar dapat memberikan kebermanfaatan yang besar kepada orang lain, lebih mengupgrade kapasitas, menjadi pemimpin yang dapat menyelesaikan persoalan bangsa dan tidak membatasi peran hanya sebagi seorang mahasiswa karena kita memiliki peran yang banyak. Kemudian, beliau juga menyampaikan, bahwa cita-cita yang besar harus disertai dengan pengorbanan yang besar dan tindakan-tindakan ideal. Pada akhir diskusi, beliau menyampaikan pesan kepada mahasiswa baru untuk dapat membangun dan menguatkan kapasitas jiwa, mulai mempelejari banyak hal yang baru dan mulai dapat mengenali potensi diri dan mengenali lingkungan sebagai langkah pertama mencapai kesuksesan. Tak lupa beliau memberikan sebuah kata-kata motivasi  “Kalau engkau melihat sekelilingmu gelap, hitam, dan pekat. Apa engkau tidak curiga bahwa Allah telah mengutus dirimu untuk menjadi cahaya dan berhentilah untuk mengeluh dan mnegutuk keadaan” tegasnya.
[Ari Setiarsih/ Nova Sugiyanti]

Kunjungan Mendikbud pada Ospek UNY 2012


Kunjungan Mendikbud pada Ospek UNY 2012

Peresmian mahasiswa baru Universitas Negeri Yogyakarta hadirkan Mendikbud Muhammad Nuh. Dalam pidatonya di depan para mahasiswa baru UNY senin (06/08) beliau menyampaikan betapa pentingnya menjadi mahasiswa Uny dan beliau juga mengemukakan beberapa point penting yakni: pentingnya dunia pendidikan, pentingnya membangun kecerdasan, pentingnya profesi sebagai guru.

Selain kedua hal diatas beliau mengemukakan ciri-ciri orang yang sukses:
Pertama, didalam Pola pikir/mindsate harus tertanam apa yang dinamakan how to surf. Bagaimana cara menyelesaikan masalah. Seseorang yang tidak cerdas jika mendapat masalah akan selalu mempersoalkan masalah tersebut. berbeda dengan orang yang cerdas jikalau mendapat masalah akan mencari jalan keluar dari masalah tersebut.
Kedua, efisien waktu. Orang cerdas Jika mendapat masalah tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.
Ketiga, prinsip kemartabatan.
Keempat, selalu menyelesaikannya dengan tepat waktu. Orang cerdas dalam menyelesaikan masalah selalu tepat waktu tidak pernah menunda-nunda suatu masalah.
Terakhir dalam pidatonya beliau mengemukakan tanamkan, bangunkan kejujuran. Ujarnya.
[nova sugiyanti]

Display UKM kobarkan semangat Maba


Display UKM kobarkan semangat Maba

Display UKM fakultas yang diselenggarakan di GOR UNY senin (06/08) disambut dengan antusias oleh para Maba. Dimulai dari pembacaan puisi oleh seorang panitia BEM KM dengan lantang memecah suasana dari hening menjadi semangat yang membara. Ditambah orasi yang sangat dahsyat dari masing-masing Ketua BEM kobarkan semangat baru untuk Maba. [Nova Sugianti]

Minggu, 05 Agustus 2012

MEDIA CENTER KM FIS UNY 2012


MEDIA CENTER KM FIS UNY 2012

Tim Media Center KM FIS UNY di bentuk mengacu dan berdasarkan Undang-undang OSPEK KM FIS UNY 2012 No. 1 Th. 2012 Tentang Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Universitas Negeri Yogyakarta, antara lain:

1.      Bab 1, Pasal 1, Ayat 8
Media center adalah tim yang mengkoordinir media massa dalam kegiatan OSPEK KM FIS UNY.

2.      Bab IV, Pasal 7
Media center, yaitu tim yang mengkoordinir media massa yang meliput kegiatan OSPEK KM FIS UNY, yang dibentuk oleh BEM KM FIS UNY dan terdiri dari satu orang perwakilan media setiap Organisasi Mahasiswa KM FIS UNY.

3.      Bab V, Pasal 14, ayat 1 dan 2
(1)   Media Center berhak:
a.       Mendapatkan informasi bagi media rekam dan media informasi;
b.      Menyebarkan informasi bagi media cetak;
c.       Mendapatkan pendampingan dari Advokasi selama proses hukum yang dijalaninya;
d.      Memberi ijin atau melarang media yang berasal dari luar KM FIS UNY untuk meliput dan atau menyebarkan informasi terkait OSPEK KM FIS UNY.
(2)   Media Center berkewajiban:
a.       Melakukan peliputan sesuai peraturan yang diatur oleh dalam Undang-Undang OSPEK KM FIS UNY;
b.      Mengkoordinir peliputan dan penyebaran media cetak dalam OSPEK KM FIS UNY.






TATA ATURAN MEDIA CENTER
KM FIS UNY 2012

Karena keterdapatan kekurangan dalam undang-undang OSPEK Th. 2012, maka TIM Media Center yang telah di bentuk oleh Departemen Media dan Jaringan, BEM FIS UNY 2012 memutuskan beberapa hal pertimbangan dan kesepakatan bersama untuk kempurnaan teknis dan lain sebagainya, diantaranya:

Media Center
            Media Center adalah sebuah tim khusus pers mahasiswa keluarga mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial yang dibentuk oleh Departemen Media dan Jaringan BEM FIS UNY dengan 2 anggota perwakilan dari setiap Organisasi Mahasiswa KM FIS UNY

Fungsi dan Tujuan
1.      Sebagai pusat informasi terkait rangkaian OSPEK UNY 2012 pada umumnya, dan Ospek Jurusan dan Fakultas KM FIS UNY 2012 pada khususnya.
2.      Mewadahi dan menjamin kebebasan Pers Mahasiswa berdasarkan Kode Etik Jurnalistik yang berlaku di Indonesia dan berdasarkan tata aturan undang-undang OSPEK Th 2012.

Tugas Umum
1.      Mengawasi, Menyortir, Mengklarifikasi segala media dan informasi yang beredar dalam rangkaian kegiatan OSPEK KM FIS UNY 2012 sesuai dengan aturan yang berlaku dalam UU OSPEK KM FIS UNY.
2.      Membuat Buletin Khusus OSPEK KM FIS UNY 2012.

Ketentuan Media
1.      Media yang diijinkan adalah
a.       Media yang mendapatkan persetujuan dari TIM media center dengan ditandai adanya cap resmi.
b.      Media yang memiliki ke redaksian resmi, jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
c.       Media berisikan berita atau informasi yang sesuai kode etik jurnalistik yang berlaku di Indonesia.
d.      Media yang tidak mengandung dan menyinggung unsur SARA, Pornografi, dan Provokatif.

2.      Aturan Sirkulasi media cetak atau sejenisnya
a.       Media cetak ataupun sejenisnya yang hendak di berikan ke MABA wajib dilaporkan ke Tim Media Center KM FIS UNY.
b.      Tim Media Center KM FIS UNY berhak mengecek untuk memberikan ijin ataupun sebaliknya
c.       Media cetak ataupun sejenisnya yang mendapatkan ijin akan mendapatkan cap resmi dari Tim Media Center KM FIS UNY
d.      Tim Media Center akan menyerahkan ke Panitia OSPEK KM FIS UNY yakni ke pemandu untuk membagikan ke MABA.

3.      Aturan Peliputan
a.       Reporter/Wartawan wajib memakai pakain rapi sopan, baju berkerah dan bersepatu.
b.      Reporter/Wartawan yang hendak meliput wajib meminta ijin ke stand Tim Media Center KM FIS UNY yang telah tersedia dengan menunjukkan kartu/surat penugasan atau kartu pers yang berlaku.
c.       Reporter/wartawan wajib mengisi buku tamu/formulir perjanjian yang telah disediakan oleh Tim Media Center KM FIS UNY
d.      Reporter/wartawan wajib memakai identitas resmi.
e.       Reporter/Wartawan berhak melakukan peliputan berdasarkan waktu dan tempat yang telah disediakan atau di tentukan Tim Media Center KM FIS UNY.
f.       Reporter/Wartawan dilarang membuat keributan, Kerusuhan, atau mengganggu jalannya OSPEK KM FIS UNY 2012 yang berlangsung.

4.      Sanksi
Sanksi yang diberikan menyesuaikan dengan bentuk pelanggaran dengan kriteria :
1.      Ringan : diperingatkan
2.      Sedang : dikeluarkan dari area
3.      Berat    : diblacklist

Aturan Tambahan
            Tim Media Center KM FIS UNY berhak memutuskan kewenangan yang belum atau sudah tertuang dalam aturan berdasarkan keputusan bersama dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan bersama.
 
Support : Dept.Media dan Jaringan | BEM FIS UNY | UNY
Copyright © 2011. BEM FIS UNY 2012 - All Rights Reserved
Template Modify by ipung Berjuang
Proudly powered by UNY