Selamat datang di Webblog BEM FIS UNY - Badan Eksekutif Mahasiswa - Fakultas Ilmu Sosial - Universitas Negeri Yogyakarta 2012

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Seputar BEM FIS UNY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar BEM FIS UNY. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juni 2012

WUJUDKAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI; BEM FIS MENGABDI

WUJUDKAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI; BEM FIS MENGABDI

Anak-anak Dusun Plempoh mengikuti Lomba Kreatifitas, Sabtu (26/5)

Melalui Departemen Advokasi dan Pelayanan Publik, BEM FIS UNY menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat, kegiatan ini direncanakan berlangsung dalam tiga tahap. Dalam kegiatan ini turut berpartisipasi beberapa relawan dari mahasiswa FIS UNY.

Kegiatan pengabdian masyarakat tahap pertama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (BEM FIS) UNY dilaksanakan di Dusun Plempoh, Desa Bokoharjo, Sleman-Yogyakarta. “ Kami memilih Dusun Plempoh sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini karena di dusun ini ada laboratorium Pendidikan IPS UNY, kami ingin memberdayakan laboratorium ini agar masyarakat sekitar lebih merasakan manfaat laboratorium ini,” ungkap Rizal Bayu Rasyidi Lubis, ketua panitia pengabdian mayarakat BEM FIS.

Sabtu (26/5), Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Prof. Dr. Adjat Sudrajat, M. Ag didampingi Wakil Dekan III, Terry Irenewati, M. Hum., tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan masyarakat Dusun Plempoh. “Kami menitipkan anak-anak kami untuk belajar dan lebih mendekatkan diri dengan masyarakat”, ungkap Adjat Sudrajat, dalam sambutannya.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari (26-27/5) dan diisi dengan kegiatan-kegiatan seperti, Lomba-lomba pembentuk karakter dasar anak-anak Dusun Plempoh, pemutaran film, diskusi bersama pemuda Dusun Plempoh, kerja bakti, dan penyuluhan budidaya jamur bagi masyarakat Dusun Plempoh.

“Kami mengadakan penyuluhan budidaya jamur karena kami melihat potensi ekonomi yang sangat besar dari budidaya jamur, ini dapat mengangkat perekonomian masyarkat Dusun Plempoh, inilah bentuk pengabdian nyata kami pada masyarakat,” ujar Agus Swasono, Kepala Departemen Advokasi Dan Pelayanan Publik BEM FIS UNY.

Kegiatan yang terlaksana selama dua hari mendapat apresiasi dari masyarakat Dusun Plempoh. Danang, tokoh pemuda Dusun Plempoh mengatakan sangat berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini, “utamanya kegiatan budidaya jamur, penyuluhannya sangat bagus, kami diperkenalkan pada petani jamur yang telah berhasil dan itu merupakan jaringan yang baik bagi kami untuk mengembangkan budidaya jamur ini,” ujar Danag.

Serangkaian kegiatan yang terlaksana merupakan tekad BEM FIS UNY untuk menyeimbangkan ketiga Tri dharma perguruan tinggi, karena status mahasiswa sebagai kaum akademisi tidak dapat dipisahkan dari Tri dharma perguruan tinggi. adapun Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan serta Pengabdian pada Masyarakat.

Seiring berjalannya waktu,  mahasiswa mulai melupakan tanggung jawabnya untuk mengembangkan ketiga hal tersebut secara berimbang. Kebijakan-kebijakan akademik perguruan tinggi lebih berorientasi pada pendidikan dan penelitian, sedangkan pengembangan serta pengabdian pada masyarakat terabaikan. Hal ini dibuktikan dengan minimnya kegiatan-kegiatan  dunia kampus yang bersentuhan langsung dengan lingkungan masyarakat.[Enal]


Rabu, 13 Juni 2012

Stand Informasi Dibutuhkah Para Calon Peserta SNMPTN 2012



STAND INFORMASI DIBUTUHKAH PARA CALON PESERTA SNMPTN 2012

Calon peserta Ujian Tulis SNMPTN 2012 sedang menanyakan 
informasi lokasi ruang ujian kepada tim Advokasi Biro Informasi SNMPTN, 
di posko depan Taman Pancasila, Senin (11/6).

Pelayanan Informasi terkait lokasi ruangan ujian tulis SNMPTN 2012 sangat dibutuhkan oleh sejumlah para calon peserta ujian tulis SNMPTN 2012 yang datang ke Kampus UNY, khususnya di Fakultas Ilmu Sosial, Senin (11/6) sehari sebelum diadakannya ujian tulis SNMPTN 2012 pada tanggal 12-13 Juni 2012.


Pentingnya adanya stand-stand yang memberikan pelayanan informasi terkait lokasi ruang ujian salah satunya diungkapkan oleh Devi, Siswa SMA 1 Muntilan Magelang yang mengatakan adanya stand ini sangat membantu dan sangat bermanfaat bagi para calon peserta yang hendak mengikuti ujian tulis SNMPTN 2012 di UNY.

“Adanya stand informasi ini sangat bermanfaat, bisa nanya-nanya lokasi dengan mudah dan cepat tidak kebingungan mencari ruangan ujiannya dimana, soalnya baru pertama kali kesini jadi ndak tau apa-apa” ungkap Devi Lebih lanjut.

Stand untuk pelayanan informasi SNMPTN terdapat sekurangnya ada 6 titik yang tersebar, diantaranya di sebelah parkiran timur FIS UNY, Loby Dekanat FIS, Depan Satpam, Depan Ruang Kihajar, Depan Taman Pancasila, dan didepan Ruang Cut Nyak Dien. Selain tersebar beberapa tim advokasi dibeberapa titik, terdapat pula 2 posko untuk lebih mempermudah pelayanan informasi. Adapun kedua posko tersebut berada  didepan pintu timur FIS yakni dekat ruangan UMPER, dan satunya berada didepan Taman Pancasila.

Menurut Agus, Kepala Departemen Advokasi Pelayanan Publik (Dept. APP) BEM FIS UNY 2012 mangatakan bahwa stand-stand informasi SNMPTN yang disediakan di kampus FIS UNY merupakan gabungan dari beberapa tim advokasi Keluarga Mahasiswa (KM) FIS UNY, “ini merupakan proker gabungan Advokasi KM FIS” tandasnya.

Agenda pelayanan publik berikutnya, menurut agus tidak hanya mendirikan stand-stand untuk pelayanan informasi terkait lokasi ruangan ujian, sehari sebelum ujian SNMPTN. Namun akan ada pelayanan berkelanjutan untuk para calon mahasiswa. Untuk advokasi sebelum ospek misalnya, Dept. APP BEM FIS akan mengadakan kegiatan yang bernama BEM FIS IC yakni BEM FIS Informasi Center yang tujuannya memberikan informasi dan pelayanan kepada maba jalur undangan dan bidik misi  yang telah terverifikasi, di Auditorium UNY pada hari selasa dan rabu.

“Untuk mahasiswa yang masuk lewat jalur undangan pelayanan BEM FIS IC akan dilaksanakan pada hari selasa (12/6), sedangkan untuk jalur Bidik misi pada hari rabu (13/6)” pangkas Agus lebih lanjut. [ipung]

MODERNISASI PERGERAKAN MAHASISWA


MODERNISASI PERGERAKAN MAHASISWA

Departemen Sosial Politik, BEM FIS UNY menggelar sebuah agenda diskusi publik FIS STUDY CENTRE (FSC) yang bertemakan Modernisasi Pergerakan Mahasiswa di Era Kontemporer, Rabu (23/5) di aula Fe UNY. Adapun narasumber diskusi adalah Yanuardi, M. Si (Dosen FIS UNY dan Mantan Aktifis UGM), Pidi Winata (Presiden REMA UNY 2009), dan Sigit Nursyam (Presiden REMA UNY 2008).

Sebagai awal diskusi Yanuardi memaparkan bahwa permasalahan didalam pergerakan mahasiswa adalah menentukan pergerakan modernitas mahasiswa yang tepat di era kontemporer seperti saat ini, mengingat bahwa posisi mahasiswa sangatlah strategis dalam perkembangan menentukan arah masa depan bangsa. Mahasiswa merupakan bagian dari elit terdidik, bekal pengetahuan kritis dan luas yang diperoleh dari bangku perkuliahan ataupun lainya, baik dari akademik maupun nonakademik menjadikan mahasiswa selalu memiliki gagasan-gagasan cerdas guna menyelesaikan persoalan-persoalan yang tengah dihadapi oleh lingkungannya maupun bangsa saat ini.

Lebih lanjut, Yanuardi yang merupakan mantan aktifis UGM memaparkan bahwa gerakan mahasiwa yang penting dan perlu di revitalisasi saat ini adalah gerakan intelektual yang bercirikan pada keseriusan untuk memproduksi gagasan-gagasan cerdas dan solutif guna menyelesaikan persoalan yang ada pada masyarakat.

“Gerakan intelektual yang murni harus dapat berbeda dengan aktivisme intelektual yang lain” pangkas Yanuardi.

Aktivisme yang dimaksud Yanuardi adalah empat pola gerakan intelektual mahasiswa, antaralain yang pertama adalah Intelektual Menara Gading, yakni aktivitas mahasiswa yang berusaha berfikir dan menuangkan ide gagasan untuk kepentingan keilmuan semata tanpa peduli lingkungannya, atau hanya untuk mendapatkan kenikmatan diri sendiri saja. Kedua adalah Intelektual Tukang, yakni gerakan mahasiswa yang memposisikan diri sebagai pekerja intelektual. Ketiga adalah Intelektual Resi, yakni mahasiswa yang menempatkan posisi sebagai pengajar masyarakat yang berusaha menyampaikan nilai-nilai baik dan buruk kepada masyarakatnya. Dan yang terakhir, keempat adalah Intelektual Transformatif, yakni intelektual yang berusaha melahirkan gagasan yang lahir dari dialektika sosial dengan lingkungannya yang menjadi sebuah kekuatan yang mampu mempengaruhi proses perubahan sosial.

“Gerakan intelektual mahasiswa harus mampu menjadikan dirinya sebagai kekuatan pendobrak guna mendorong terjadinya transformasi sosial di Indonesia, oleh karena itu mahasiswa perlu mengambil posisi sebagai kekuatan intelektual transformatif, yaitu gerakan intelektual yang mampu melahirkan ide-ide yang lahir dari proses dialektika dengan masyarakatnya, sekaligus terus menerus memperjuangkan gagasan tersebut bersama masyarakatnya guna mencapai transformasi sosial yang di idealkan” papar Yanuardi lebih lanjut.

Hampir sama yang disampaikan dengan Yanuardi, Sigit Nursyam (Presiden REMA 2008) memaparkan 3 pola gerakan mahasiswa atau segitiga intelektual gerakan mahasiswa antaralain, yang pertama Edukasi adalah proses pendidikan terhadap suatu hal, kedua adalah Konsolidasi yakni perencanaan pergerakan, dan yang terakhir adalah Aksi yakni melakukan hal-hal kontribusi-kontribusi kecil nyata.

“Ketiga pola tersebut haruslah bersinergitas satu sama lainya karena satu sama lainya saling timbal balik” tegas Sigit.

Lebih lanjut, Sigit menjelaskan bahwa apabila ketiga pola tersebut terpisah, seperti pola pergerakan mahasiswa yang hanya mengedepankan Edukasi dengan Konsolidasi saja akan melahirkan gerakan mahasiswa Menara Gading, jika pola pergerakan mahasiswa mengedepankan Aksi dan Konsolidasi maka pola gerakan mahasiswa yang terlahir adalah pola gerakan mahasiwa yang Anarkis, dan apabila gerakan mahasiswa yang mengedepankan Aksi dan Edukasi saja maka pola gerakan yang terlahir adalah gerakan Sporadis.

“Pola gerakan sporadis inilah yang sangat bahaya, pasalnya gerakan mahasiswa seperti ini lah yang mudah dipatahkan, mudah bercerai berai dan dipecah belah” tegas Sigit.

Menurut Pidi Winata, Presiden Mahasiswa BEM UNY 2009 mengungkapkan harapan besar terhadap pergerakan mahasiswa sekarang adalah bukan saatnya kita untuk terus mengeluh pada keadaan, tetapi saatnya kita menyadari dan sadar bagaimana kita untuk mengubahnya.

“Jadilah mahasiswa pemecah masalah, bukan penambah masalah”, Tegas Pidi lebih lanjut. [ipung]

KAJIAN POLEMIK UJIAN NASIONAL


KAJIAN POLEMIK UJIAN NASIONAL
(UN: Antara Pemetaan Mutu dan Penentu Kelulusan)


Berbicara soal pendidikan merupakan sebuah hal yang tiada habisnya untuk didiskusikan, bukan lantaran masalah momentum hangat-hangatnya peringatan Hari Pendidikan Nasional, namun karena lebih fokus pada refleksi pendidikan yang masih jauh dari harapan. Hadirnya berbagai problem pendidikan mulai dari isu RUU PT, kapitalisme, komersialisasi pendidikan sampai polemik pelaksanaan Ujian Nasional menjadikan tanda tanya kepada kita semua,  mau dibawa kemana pendidikan kita sekarang?

Beberapa hal tersebutlah yang menjadikan dasar Departemen Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta (BEM FIS UNY) mengadakan diskusi edukatif terkait polemik Ujian Nasional dengan mengangkat tema “Ujian Nasional: Antara Pemetaan Mutu dan Penentu Kelulusan” pada hari Kamis, (10/5) di Aula FE lantai 2.

Diskusi ini dihadiri puluhan peserta dari berbagai kalangan baik dari mahasiswa pendidikan maupun non kependidikan, guru se-D.I.Y dan beberapa pemerhati pendidikan. Diskusi yang dimulai pukul 13.00 wib ini dihadiri pula oleh Birokrat kampus seperti Dekan Fakultas Ilmu Sosial Prof. Dr. Adjat Sudrajat, M. Ag dan Wakil Dekan III FIS Terry Irenewati, M. Hum. Acara diskusi ini mengundang beberapa pembicara yang berkompeten, yakni Drs. Auia Reza Bastian, M. Hum (Dewan Pendidikan D.I.Y), Suwandi, M. Pd (Guru MAN 3 Yogyakarta), dan Vivit Nur Arista Putra (Aktifis Pusaka Pendidikan).

Mengawali acara diskusi tersebut, Adjat Sudrajat mengungkapkan problema pendidikan adalah pendidikan sendiri telah di rampas oleh penguasa yang sudah tidak lagi memberikan kebebasan kepada dunia pendidikan untuk mengembangkan potensi secara maksimal, “hak-hak pendidikan para siswa telah dirampas para penguasa, lantaran hanya tidak lulus satu pelajaran saja, gugur semua dan sia-sia perjuangan selama 3 tahun lebih dalam belajar” tegas beliau dalam sambutan sekaligus pembukaan acara.

Mengkritisi adanya Ujian Nasional, Drs. Aulia reza Bastian, M. Hum, Dewan Pendidikan D.I.Y mengungkapkan  dari berbagai segi salah satunya melihat dari segi filosofis, Ujian Nasional telah melenceng dari hakikat tujuan pendidikan Indonesia, seperti yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara, mendidik itu menuntun agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan, namun pada kenyataannya UN sendiri selalu berdampak pada masalah psikologis, baik pendidik maupun peserta didik. Hal lain yang di kritisi lagi adalah UN yang telah melenceng dari pijakan dasar pelaksanaan UN yakni PP 19/2005 Standar Nasional Pendidikan BAB X pasal 68, “isi aturan tersebut hakikatnya jelas UN sebagai penanda bukan sebagai penentu” tegas Aulia reza.

Alasan lainya yang dipaparkan oleh Aulia Reza Bastian meliputi Peran UN seharusnya menjadi evaluator Pendidikan yang dalam artian sebagai bahan evaluasi hasil belajar oleh pendidik secara berkesinambungan, namun realitanya  pemerintah berperan mutlak dalam penentuan kelulusan, padahal pendidiklah yang sangat tahu kondisi terhadap peserta didiknya, “jika hal tersebut dibiarkan maka UN hanya menilai aspek kognitif saja tanpa memperhatikan berbagai aspek lain seperti afeksi dan psikomotorik” papar beliau, lebih lanjut Aulia menegaskan bahwasanya UN seharunya juga mampu mereduksi hasil proses belajar selama beberapa tahun, bukan hanya ditentukan selama tiga atau lima hari saja.

Realitas negatif UN lainya adalah UN juga telah menciptakan peluang adanya diskriminasi pada pelajaran tertentu saja yang mengakibatkan pelajaran lainya terabaikan, UN berdampak pada cara pandang, psikis dan mental yang kemudian terpaku menjadi mindset/pola pikir pada angka-angka “mati” dan grafik-grafik yang tak “berjiwa”.

Tidak jauh apa yang diungkapkan oleh Aulia, Suwandi, M. Pd, Guru MAN 3 Yogyakarta mengungkapkan karut-marut pelaksanaan akbar tahunan seperti Ujian Nasional selalu menyebabkan pro-kontra. Perhatian masyarakat terhadap UN sangat besar, terbukti tak sedikit diantara masyarakat berkembang adanya plesetan UN seperti ujian niat, uji nyali, uji nasib, dll, hal ini menandakan terganggunya psikologis masyarakat akibat UN. Kondisi adanya UN telah menjelma menjadi tuhan baru, banyak diantara siswa mendadak alim, tobat, namun prihatinnya, ketika sudah selesai semua (tobat dan alim) juga selesai, “hal tersebut menunjukkan realitas contoh akibat korban pendidikan yang hanya mengejar nilai kuantitas saja tanpa menilai sebuah proses” Tegas Suwandi.

Tidak berbeda jauh dengan yang dipaparkan oleh Aulia dan Suwandi, Vivit Nur Arista Putra, Aktifis Pusaka Pendidikan mengemukakan lima alasan pokok penolakan berlangsungnya UN yaitu yang pertama, UN telah mengabaikan pendidik sebagai evaluator. Kedua, pemerintah telah berperan mutlak dalam penentuan kelulusan dan mengabaikan pendidik yang jelas lebih mengetahui persis perkembangan peserta didiknya. Ketiga, UN menilai secara kognitif, sedangkan penilaian afektif dan psikomotorik diabaikan. Keempat, UN yang diselenggarakan selama 3 hari atau sekitar 2 jam perhari sangat tidak menghargai proses belajar mengajar peserta didik selama 3 tahun. Kelima, UN kontradiktif dengan pembentukan karakter anak.

Dari beberapa pokok alasan penolakan tersebut, Vivit lebih lanjut mengungkapkan bahwa pelaksanaan UN berimbas pada psikis atau mental pendidik dan peserta didik. Cara pandang dan cara mengajar guru menjadi pragmatis, “mengukur keberhasilan bukan dari segi hasil, namun seharusnya dari serangkaian proses, kondisi ini menjadikan sekolah fokus pada mapel yang diujikan, karena UN menyangkut prestise satuan pendidikan sehingga kondisi inilah yang menyebabkan potensi adanya kecurangan massal, antara pendidik, peserta didik, bahkan sekolah, semua dilakukan hanya demi satu kata pragmatis yakni lulus” tegas Vivit.

Dari beberapa pemaparan materi diatas, dapat disimpulakn bahwasanya UN sewajarnya bukanlah dijadikan sebagai ajang penentu kelulusan namun seharusnya sebagai pemetaan mutu pendidikan agar berjalannya pendidikan di Indonesia dapat berjalan dengan lancar dan dijadikan pemantauan sejauh mana perkembangannya pendidikan. “Semoga Ujian Nasional semakin bermutu” tegas para pemateri dalam clossing statement nya. [ipung]

AKSI HARDIKNAS


AKSI HARDIKNAS
Tolak  RUU PT dan Kapitalisme Pendidikan


Semarang- Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, perwakilan mahasiswa BEM FIS UNY dan beberapa puluhan mahasiswa universitas lain seperti, UGM, UNS, UNNES, Unsoed, UNDIP  turut serta dalam aksi yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kordinator wilayah Jogloseto (Jogja, Solo, Semarang, Purwokerto), Rabu (2/5).

“Batalkan RUU PT, tolak kapitalisme dan liberasi pendidikan”, orasi tuntutan masa aksi mahasiswa di depan pintu gerbang DPRD Prov. Jateng, Rabu (2/5).

Toma Patriot Tama, Koordinator BEM SI koordinator wilayah Jogloseto mengungkapkan bahwa aksi dilakukan karena berdasarkan amanat UUD 45 bahwa negara berperan turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, namun realitanya masih banyak yang bertentangan dengan tujuan tersebut, “RUU PT merupakan salah satunya, pendidikan Indonesia akan menjadi ajang komersialisasi dan tentunya akan terjadi kapitalisme pendidikan yang dampaknya akan membuat masyarakat Indonesia kelas menengah kebawah tidak bisa mengenyam pendidikan” tutur Toma dalam orasinya.

RUU PT yang akan disahkan pada bulan agustus mendatang jelas akan merugikan dunia pendidikan dan jelas akan menyebabkan terjadinya komersialisasi dan kapitalisme pendidikan.

“Kekhawatiran para mahasiswa adalah melihat masih banyaknya pasal-pasal yang mengatakan bahwa adanya kebebasan perguruan tinggi yang nantinya berujung mempengaruhi biaya  pendidikan yang dekat dengan komersialisasi dan kapitalisme pendidikan” ungkap Kordinator lapangan BEM UNDIP, Nanda Hariyanto.

Selain berorasi, masa aksi melakukan bakar kardus yang berisi tulisan RUU PT di badan jalan depan gedung DPRD Prov. Jateng sebagai simbolitas Aksi dalam penolakan terhadap RUU PT.

Pasca membakar kardus, massa aksi melakukan Deklarasi Tugu Muda, (Tujuh Gugatan Mahasiswa untuk Pendidikan) yang dihadiri dan disaksikan oleh wakil ketua DPRD Jateng, Bambang Sadono.


Deklarasi Tugu Muda dituliskan dan dibentangkan pada kain putih, isi ketujuh gugatan tersebut antara lain menolak RUU PT, menolak segala bentuk kapitalisme pendidikan, menuntut pelaksanakan pengawasan anggaran dana pendidikan, menuntut pemberantasan korupsi disektor pendidikan, menuntut segara mewujudkan pendidikan murah, menuntut segara mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia dan mengajak masyarakat untuk peduli pendidikan Indonesia.

Aksi berakhir setelah wakil ketua DPRD Jateng, Bambang Sadono menandatangani Deklarasi Tugu Muda sebagai bukti akan turut memperjuangkan tuntutan masa aksi ketingkat lebih atas. “kami berjanji akan meneruskan aspirasi ketingkat pemerintah pusat”, ungkap Sardono. Massa aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib dan lancar ke kampus UNDIP dengan pengawalan beberapa petugas kepolisian setempat. [ipung]

Senin, 11 Juni 2012

PENGUMUMAN PANITIA OSPEK UNY FIS 2012



Setelah mempertimbangkan banyak hal dan adanya kesepakatan antara Ketua BEM dan Ketua DPM KM FIS, maka dengan ini kami revisi susunan kepanitiaan ospek sebagai berikut

PENGUMUMAN PANITIA OSPEK UNY FIS 2012

Koordinator Fakultas
Ahmad Muzzofar (PKnH)

Biro Kesekretariatan
Mentari Oktaviana IP (Pend. Sosiologi)
Anik Prihatini (PKnH) 
Rininda Dhaneswara (D3 Sekretari)
Dian Anita (Pend. ADP)

Bendahara
Melvia Damayanti (Pend. Sosiologi)
Latifa Dinar (Pend. IPS)

Acara
Wahyu Sejati Ramadhana (Ilmu Adm. Negara)
Agung Dirga Kusuma (Pend. Sosiologi)
Aditya Hermawan (Pend. IPS)
Kurniati (Pend. ADP)
Giva Tri Gunarti (PKnH)  
M. Fahmi K  (PKnH) 
Arizqi Nurhamsyah (Pend. ADP) 
Zulfa Fadha'il Izzah (Pend. Geografi)
Ni'mal Kariemah (PKnH) 
M. Halim Kusuma (Pend. ADP)

Pemandu Kedisiplinan
Yudha Ari Winanda (Pend. Sosiologi)
Febta Pratama (Pend. Sejarah)
Siti Fathonah (PKnH) 
Silvia Sonya (Ilmu Adm. Negara)
Shinta Septiani (Ilmu Sejarah)
Dewi Endrawati (P.IPS)
Anita Gesti (Pend. ADP) 
Rumi Khusnandar (P. Geografi)
Akhsin Rustam Aji (Ilmu Adm. Negara)
Rahmat Yunanto (P.IPS)
Debi Febriyan Eprilianto (Ilmu Adm. Negara)
Eva Kharisma (D3 Sekretari)

PDD
Saeful Anam (Pend. ADP) 
Yusuf Malik (Pend. Sosiologi)
Yekti Ambarwati (PKnH)
Fitriyani Timorysta DS (PKnH)
Tiyas Rupiasih (Pend. ADP)

Humas
Siti Nurrohmawati (PKnH) 
Arief Fajar Ash Shiddiqy (Pend. Geografi)
Tri Munzilawati (Pend. ADP)
Thoriq Abdunnasir (Ilmu Sejarah)
Rochmat Gatot Santoso (Pend. Sejarah)

Sponsorship
Putri Wulansari (Pend. Sosiologi)
Intan Fadhila (Pend. Geografi)
Riska Anintyawati (Pend. IPS)
Achmad Guntur P (Ilmu Adm. Negara)
Galuh Purnomo (Ilmu Adm. Negara)

Perkap
Bintoro Susanta (Pend. Sejarah)
Lian Setia Utama (D3 Sekretari)
Debi Suherli (D3 Sekretari)
Ii Rubi Kandar (Pend. Sejarah)
Widya Tantomo (PknH)
M. Septian Adi C (Ilmu Adm. Negara)
Yusuf Damar Nugroho (Pend. Sosiologi)
Uswatun Khasanah (Pend. Sosiologi)
Rohdiana (Pend. Geografi)

P3K
Yudytama Wira Atmaja (Ilmu Adm. Negara)
Nuraeni (Pend. Sejarah)
Febriyanti Noni W (Pend. Geografi)
Maryanto (Pend. Sosiologi)
Novi Kurniawan (Pend. ADP)
Apriyani Ritma (Pend. Sosiologi)
Riza Rezita (Pend. ADP) 

Konsumsi
Siti Nurul Chotimah (Pend. IPS)
Suryanti (Pend. ADP) 
Sinung Rahayu (Pend. Sejarah)
Suryanti (Pend. ADP) 
Wini Siti Fatimah Z (Pend. Sejarah)
Dalili Ghaisani H (Pend. Geografi)
Rizki Hari Nurcahyaningsih (Pend. Geografi)
Utami Nurjannah (Pend. IPS)
Agung Bachruddin C (Ilmu Adm. Negara)
Edi Purwanto (Pend. Sosiologi)

Pemandu
Iqbal Raditya Fajr (Pend. Geografi)
Uswatun Chasanah (Pend. IPS)

Anggota
Jaya Hardika (Pend. Geografi) 
Slamet Triyono (Pend. IPS) 
Nazirwan Rohmadi (Pend. Sejarah)
Fahmi Nediyansyah  (Pend. ADP)
Mohammad Ridwan (PKnH) 
Syarif Jamaludin (Pend. IPS)  
Irwan Widodo (PKnH) 
Soliqin (Pend. Sejarah) 
Danang Setya Ramadhan (Pend. ADP) 
Andre Budi Setiawan (Ilmu Sejarah)
Dwi Astuti Setyawan (PKnH) 
Riyanto (Pend. IPS)   
Rio Fibriawan (PKnH) 
M. Aunurrohim (PKnH)
Miftahul Habib F (Pend. Sejarah)
Pujo Selo Pangestu (Ilmu Adm. Negara) 
M. Biyan H (Pend. ADP) 
Ahmad Fatchur R (Pend. Sosiologi)
Raden Aden P (Ilmu Sejarah)
Harry Oktavian P (D3 Sekretari)
Irma Lutfianingsih (Pend. Geografi)
Lintang Talista PD (D3 Sekretari)
Eka Puspasari (Ilmu Adm. Negara)
Irma Suci Amalia (Pend. Geografi)
Pupun Parhanatul M (PKnH) 
Mia Januarti (Pend. IPS)
Euis Karlina (Ilmu Sejarah)
Khilma Latifiarni (PKnH) 
Oktavia Tri Ratnasari (D3 Sekretari)
Tiara Kusuma L (pend. Sosiologi)
Fitria Widaswari (Pend. ADP) 
Linda Nur Ramli (Pend. Sejarah)
Meigita Dyah Utami (Ilmu Adm. Negara)
Jumrotul Hasanah (Ilmu Adm. Negara)
Ega Rezeki M (Ilmu Sejarah)
Eka Budi S (D3 Sekretari)
Tri Winarti (Pend. IPS)
Rini S (PKnH) 
Lilis Setyawati (Pend. ADP)
Damayanti (PKnH)

Demikian Pengumuman Panitia Ospek UNY FIS 2012 mohon maaf atas keterlambatan dalam pengumuman semoga yang terpilih bisa mengemban amanah dengan sebaik mungkin.

Kamis, 19 April 2012

PENDAFTARAN CALON PANITIA OSPEK UNY FIS 2012



A.    MEKANISME PENDAFTARAN CALON PANITIA OSPEK UNY FIS 2012

1.      KOORDINATOR FAKULTAS OSPEK UNY FISE 2011
a.       Direkomendasikan oleh Ketua Ormawa/ Mendaftar atas keinginan sendiri (bukan rekomendasi dari ketua ormawa)
b.      Pengisian formulir dan wawancara (seleksi tahap 1)
c.       Wawancara atau seleksi tahap 2

2.      SIE PEMANDU KEDISIPLINAN
a.       Direkomendasikan oleh Ketua Ormawa
b.      Pengisian formulir dan wawancara (seleksi tahap 1)
c.       Wawancara atau seleksi tahap 2

3.      SEKRETARIS, BENDAHARA, ACARA, PEMANDU GUGUS, HUMAS, SPONSORSHIP, P3K, KONSUMSI, PERKAP, PDD
a.       Mengambil dan mengisi formulir pendaftaran di secretariat BEM FIS atau download di http://bem.fis.uny.ac.id mulai tanggal 16 April 2012
b.      Wawancara/ seleksi tahap 1
c.       Wawancara/seleksi tahap 2

NB:
Pengembalian formulir dan wawancara mulai tanggal 19 April 2012
Pengambilan Formulir & wawancara maksimal 27 April 2012

B.     MEKANISME WAWANCARA CALON PANITIA OSPEK UNY FIS 2012

Wawancara Tahap I
semua calon panitia OSPEK UNY FIS 2012
Dengan Pengurus Harian (PH) BEM FIS UNYPH BEM FISE UNY:Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris I & II, Bendahara I & II, Kadep PSDM, Kadep APP, Kadep PPM, Kadep Sospol, Kadep MJ, Kadep Enterpreneur
 Wawancara Tahap 2
a)      Koordinator Fakultas bersama Tim Seleksi tahap 2
b)      Pemandu Kedisiplinan bersama Tim Seleksi Tahap 2
c)      Sekretaris, Bendahara, Acara, Pemandu Gugus, Humas, Sponsorship, P3K, Konsumsi, Perkap, PDD BERSAMA Ketua BEM FIS UNY/ Wakil Ketua BEM FIS UNY/ Kadep PSDM

Contact Person: Mifta Damai R (087839723371)

download formulir pendaftaran dan informasi
lebih lanjut
klik
File 1,331kb



[ipung/Kadept. Mj BEM FIS UNY 2012]






Minggu, 15 April 2012

FIS CUP 2012, Silaturahmi Mahasiswa


FIS CUP 2012,  Silaturahmi Mahasiswa



Dalam rangka meningkatkan silaturahmi antar mahasiswa, BEM FIS adakan FIS CUP 2012. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari mulai tanggal 14-15 April dan dilaksanakan di lapangan olahraga UNY. Acara FIS CUP 2012 merupakan kegiatan tahunan dengan cabang olahraga sepak bola, volly ball, dan badminton dengan peserta yang di kirim sebagai delegasi setiap ormawa FIS.
Pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FIS, Prof. Dr. Ajat Sudrajat, M.Ag. dalam sambutannya Ajat berharap ada hubungan silaturahmi yang baik antar mahasiswa FIS dengan adanya FIS CUP 2012, “saya sangat berharap dengan adanya acara FIS CUP 2012 mampu menguatkan hubungan silaturahmi yang baik antar mahasiswa FIS”, ujarnya.
Demikian juga yang disampaikan oleh ketua BEM FIS, Wahyudi Iman Satria selain menguatkan hubungan silahturahmi mahasiswa juga mampu menanamkan mens sana in corpore sano bagi setiap mahasiswa, “saya setuju dengan yang dikatakan oleh bapak Ajat, kita mengadakan acara FIS CUP 2012 ialah menguatkan hubungan silaturahmi, namun juga yang tidak terlewatkan ialah kata pepatah terdahulu mens sana in corpore sano yaitu di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat”, tambahnya.
Dari hasil pertandingan hari pertama di dapatkan hasil setiap cabang olahraga sebagai berikut
cabang sepak bola :
1. Pendidikan Administrasi Perkantoran- Pendidikan Geografi, skor 4-2 
2. Pendidikan Sejarah-PknH, skor 6-1
cabang volly ball :
1. Pendidikan Geografi-Administrasi Negara, skor 2-1 
2. PknH-Pendidikan IPS, skor 2-1
3. Administrasi Negara-Administrasi Perkantoran, skor 2-1
cabang badminton :
Pendidikan IPS, Ilmu Sejarah, Administrasi Perkantoran, Pendidikan Sosiologi, Pendidikan IPS, Administrasi Negara, Pendidikan Geografi, Pendidikan Sejarah, PknH, Dosen I, Dosen II, Dosen III. Dengan hasil Juara I : Pendidikan Geografi, Juara II : Dosen I, Juara III : PknH
Dari seluruh rangkaian acara FIS CUP 2012 yang ada diharapkan dapat menjadi contoh menjunjung tinggi silaturahmi antar mahasiswa dan menghargai sebuah sportifitas yang tinggi dalam sebuah kompetisi. Diharapkan acara FIS CUP 2012 mampu menjadi teladan bagi fakultas lain di UNY.
[Ebi/Dept. MJ]
 
Support : Dept.Media dan Jaringan | BEM FIS UNY | UNY
Copyright © 2011. BEM FIS UNY 2012 - All Rights Reserved
Template Modify by ipung Berjuang
Proudly powered by UNY