Selamat datang di Webblog BEM FIS UNY - Badan Eksekutif Mahasiswa - Fakultas Ilmu Sosial - Universitas Negeri Yogyakarta 2012

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Seputar Kampus UNY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Kampus UNY. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Juli 2012

Kembangkan Minat Penelitian Mahasiswa, UNY Gelar Student Union Grant




Kembangkan Minat Penelitian Mahasiswa, UNY Gelar Student Union Grant

Universitas Negeri Yogyakarta yang baru-baru ini menyabet predikat juara ke-5 dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXV pada tahun 2012 ini terus berupaya melakukan inovasi penelitian untuk para mahasiswanya. Satu dari sekian program penelitian yang ditawarkan yaitu Student Union Grant (SUG). Tahun 2012 ini UNY kembali mengadakan SUG yang merupakan bentuk kompetisi penelitian khusus untuk mahasiswa. SUG ini berhak diikuti oleh mahasiswa S-1 Fakultas MIPA, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Bahasa dan Seni, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Ilmu Keolahragaan dengan jumlah proposal yang diterima sebanyak 30 proposal. 

Pelaksanaan SUG tahun 2012 ini telah berlangsung sejak bulan April sampai dengan bulan Juli. Hari Senin, 23 Juli 2012 merupakan seminar laporan akhir program penelitian SUG yang bertempat di lantai 3 Gedung Student Center UNY. Salah satu maha karya yang dipersembahkan yaitu sebuah peta kerentanan Sungai Code Kota Yogyakarta. Ini merupakan output penelitian tim dari Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial UNY dengan ketua tim Akhmad Ganang Hasib (angkatan 2010) dan beranggotakan Janu Muhammad, Lulut Al Huda, dan Wisnu Putra Danarto yang ketiganya merupakan angkatan 2011 serta Bapak Bambang Saeful Hadi, M.Si sebagai dosen pembimbing. Penelitian dengan judul “Aplikasi Sistem Informasi Geografis untuk Estimasi Tingkat Kerentanan Banjir di Sekitar Sungai Code Kota Yogyakarta” ini berangkat dari adanya masalah banjir di sekitar Sungai Code setiap tahunnya. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan dan distribusi daerah rawan banjir Sungai Code dengan luaran berupa sajian peta digital yang bisa menjadi media informasi banjir bagi warga maupun instansi pemerintah setempat.

Penelitian tentang kerentanan banjir di sekitar Sungai Code tersebut merupakan satu dari 30 proposal yang didanai oleh UNY. Sebagian besar penelitian SUG tahun ini adalah pada bidang teknologi dan rekayasa, meski juga terdapat bidang yang lain. Dengan program yang telah terlaksana selama empat bulan ini, para finalis SUG telah melaksanakan seminar laporan akhir dan mendapatkan workshop pelatihan pembuatan artikel ilmiah yang terlaksana pada hari Selasa 24 Juli 2012 di tempat yang sama. Workshop ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada para finalis dalam menyusun artikel ilmiah sebagai muara dari program SUG yang nantinya bisa diikutsertakan dalam PKM-AI.

Dengan terlaksananya program Student Union Grant tahun 2012 ini, telah memberikan cermin bahwa Universitas Negeri Yogyakarta sangat mendukung pengembangan minat mahasiswa dalam bidang penelitian melalui program hibah penelitian yang ada. Hal ini merupakan upaya UNY dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang penelitian dan pengembangan mahasiswa. Selain itu, ini merupakan upaya UNY dalam menghasilkan insan cerdas serta cendekia untuk Indonesia melalui pengembangan di bidang penelitian.  Semoga program SUG ini dapat terlaksana kembali pada tahun 2013 dan seterusnya dengan karya-karya penelitian yang lebih baik dan lebih berkualitas. Salam Penelitian. []

Janu Muhammad
Mahasiswa Pendidikan Geografi 2011
Universitas Negeri Yogyakarta

Sabtu, 14 April 2012

Orang Barat Memandang Perkembangan Ilmu Sosial Indonesia


Orang Barat Memandang Perkembangan Ilmu Sosial Indonesia

Yogya (13/4) FIS Trans Institute Universitas Negeri Yogyakarta mengadakan diskusi rutin yg ditujukan untuk membuka wawasan keilmuan menghadapi isu-isu dalam masyarakat yang kaitannya dengan ilmu sosial. Kali ini Fistrans mengangkat tema diskusi Strategi menghadapi hegemono negeri-negeri imperial terhadap perkembangan ilmu-ilmu sosial dengan pembicara Max Lane dari Victory University, Australia.

Bertempat di Kihajar dewantara, diskusi dibuka dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial Prof. Dr. Ajat Sudrajat M.Ag dan dipandu oleh seorang moderator Marzuki Zulkarnain, salah satu staff pengajar/ Dosen FIS. Max lane mengungkapkan kolonialisme menyebabkan kemunduran bidang pendidikan dan ekonomi di Indonesia, Indonesia harus mengejar ketertinggalannya yang pada saat itu negara-negara Eropa sudah mulai berkembang pesat menjadi negara yang maju.

Dari segi Ilmu bahwa sebagian besar nama Indosianis para ahli yang lebih bangga jika nama mereka kebarat-baratan. Seharusnya pusat perhatian pengkajian ilmu dinegeri sendiri tetapi research analisa para ahli Indonesia hanya sebagai sumber data dan didasar oleh pemikiran barat. “Untuk menemukan teori yang mampu menjelaskan fenomena-fenomena seharusnya studi didasarkan pada perkembangan dan perhatian pengkajian ilmu di negeri sendiri,” ungkap Lane dalam sie tanya jawab akhir diskusi.

Dalam kesempatan yang sama, Amika wardana, M.a, Dosen FIS menjabarkan Konstruksi Islam di Indonesia sebuah tinjauann umum. “Upaya hegemoni, keterbatasan resouce research harus di kembangkan mengingat keinginan para negara maju yang memiliki kepentingan-kepentingan bisnis bermaksud untuk mensibukkan Indonesia dengan teolog dan perbedaan-perbedaan agama dari pada pertumbuhan ekonomi negaranya.”Ungkap beliau. [Puji/ Dept. MJ]

Sosok Pemimpin Perempuan Dalam Sejarah Jawa


Sosok Pemimpin Perempuan Dalam Sejarah Jawa




Yogya (13/4) Kepemimpinan perempuan dalam sejarah klasik terukir dalam sejarah majapahit. Gelar Rajapatni untuk Gayatri, sosok wanita dibalik nama-nama besar zaman ke-emasan Majapahit menandakan bahwa dia adalah istri utama raja. Rajapatni juga berarti bupati estri yaitu pemimpin para wanita utama di istana Majapahit. Demikianlah bedah buku yang diadakan Himpuman Mahasiswa Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Yogyakarta  dengan judul "Gayatri Rajapatni: Perempuan Di Balik Kerajaan Majapahit" di ruang ki Hajar dewantara.

Acara yang dimulai sejak pukul 13.00 ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari kalangan mahasiswa, dosen, guru di kawasan fakultas Ilmu sosial. Dengan pembicara Dosen Ilmu sejarah Ririn Darini M.Hum dan Hajar Nursetyowati S.S. Buku karangan Prof. Earl Drake ini dianggap perlu untuk dimengerti mahasiswa Ilmu Sejarah karena sosok perempuan tak boleh terlupakan dalam sejarah jawa klasik.

Cara yang dilakukan Gayatri cukup unik, yaitu mengawasi keturunannya agar dapat mengambil bagian penting dalam Kerajaan Majapahit serta menjadi pengawas bagi Mahapatih Gajahmada. Kedekatannya dengan para pembesar Majapahit merupakan kesempatan yang dia gunakan untuk mewujudkan cita-cita mulianya, dan terbukti Majapahit meraih era keemasannya saat itu. Selain itu Gayatri juga tidak hanya seorang pemimpin, namun juga wanita yang berkepribadian santun dan hangat. Tak perlu menjadi ratu asal dia bisa mempengaruhi kekuasaan formal, begitu ungkap salah satu pemateri. “wanita dalam narasi tak dapat di sanksikan lagi seperti halnya sosok kartini, kekuasaan wanita jawa pun sebenanya telah dikenal sejak jaman dahulu,” ungkap Dekan FIS UNY Prof. Dr. Adjat Sudrajat M.Ag dalam sambutan pertama. Acara bedah buku diakhiri dengan tanya jawab dan berakhir sekitar pukul 16.00 WIB. [Puji/ Dept. MJ]

Jumat, 30 Maret 2012

GeoDisc HMPG FIS UNY

Bambang Saeful Hadi, M. Si
Staff pengajar p. Geografi
*dok istimewa (ipung)

Pendidikan Geografi FIS UNY adakan GeoDisc “Pro Kontra Jurnal Ilmiah Sebagai Syarat Kelulusan S1”

Jogja (29/3) Pemerintah melalui dikti telah mengeluarkan surat edaran yang mungkin bagi sebagian besar mahasiswa akan terlihat memberatkan. Dalam surat edaran tersebut disampaikan bahwa masih minimnya publikasi ilmiah di Indonesia membuat kita kalah jauh dari negeri jiran Malaysia.
Di dalam surat edaran tersebut dinyatakan bahwa publikasi untuk program S1/S2/S3 merupakan salah satu syarat kelulusan, yang berlaku terhitung mulai kelulusan setelah Agustus 2012:



  1. Untuk program S1 harus ada makalah yang terbit di jurnal ilmiah.
  2. Untuk program S2 harus ada makalah yang terbit di jurnal ilmiah terakreditasi Dikti.
  3. Untuk program S3 harus ada makalah yang terbit di jurnal Internasional.

Menanggapi hal tersebut Jurusan Pendidikan Geografi FIS UNY mengadakan Geography Discussion Academy di ruang Ki Hajar Dewantara yang dihadiri mahasiswa FIS UNY dan dosen Pendidikan Geografi, Nurul Khotimah, M.Si. dan Bambang Syaeful Hadi, S.Pd., M.Si. sebagai pembicara.
Bambang menjelaskan latar belakang Dikti menetapkan pengadaan Jurnal Ilmiah ialah mengembangkan budaya menulis di kalangan mahasiswa dan dosen,“kita lihat dampak positif pengadaan jurnal ilmiah untuk mengembangkan budaya menulis baik bagi mahasiswa maupun dosen, apalagi jurnal yang akan diterbitkan haruslah memiliki referensi yang reliable, yang dapat membuat pengetahuan keilmuan meningkat” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa pihak Perguruan Tinggi harus meningkatkan skill dan pelatihan penulisan jurnal agar kualitas pendidikan Indonesia lebih maju. [Ebi/ Dept. MJ].

Kamis, 22 Maret 2012

Aksi Damai, Tolak Kenaikan SPP UNY

Mahasiswa menolak kenaikan SPP UNY untuk mahasiswa baru 2012


Yogyakarta, Puluhan mahasiswa yang tergabung dari berbagai ormawa baik tingkat jurusan maupun fakultas melakukan aksi damai di depan gedung rektorat UNY, kamis (22/3). Aksi damai ini menolak kenaikan SPP  dan  penolakan pengesahan RUU PT.

Selain menuntut itu, para mahasiswa juga meyuarakan penolakan BBM. “BBM naik SBY turun, SPP naik Rektor turun” orasi tuntutan para mahasiswa.

Rohmad Wahab, Rektor UNY mengungkapkan bahwa kewenangan menaikan SPP itu adalah ditangan senat bersama Menteri Pendidikan, bukan hanya hak rektor saja.

“Sejauh ini masalah tersebut masih dalam tatanan rapat para senat jadi belum bisa di putuskan kepastiannya”, ungkap Rohmat Wahab.

Herminanto Sofwan, Wakil Rektor III UNY berkomentar terhadap penolakan SPP. Mahasiswa haruslah mengerti dahulu bahwa SPP tidak naik., hanya penyesuaian tarif oleh mahasiswa baru tahun 2012 yang dirasa pendidikan di UNY sudah sangat murah dibanding PT yang lain.

“Karena di UNY banyak pembangunan baru yang megah otomatis menambah beban operasional seperti penggunaan listrik air dan operasional yang lain,” ungkap Hermin mengenai alasan rencana naiknya SPP.

Lebih lanjut, Hermin menyampaikan bahwa besaran kenaikan biaya operasional tergantung jajaran dekan yang mengajukan anggaran. “kenaikan anggaran ditentukan oleh setiap jurusan masing-masing memiliki kepentingan berbeda-beda seperti biaya praktikum pada fakultas tertentu” tegasnya. [Puji/ Dept. Mj]

Rabu, 21 Maret 2012

Proses Modernisasi dan Konstruksi Identitas

Proses Modernisasi dan Konstruksi Identitas


Jogja(21/2) Indonesia, sebagai negara multikultural, menghadapi potensi konflik yang tinggi antar elemen pembentuk multikulturalismenya. Anasir konflik dapat bermula dari persoalan perbedaan identitas hingga perjuangan pemenuhan kepentingan dan kebutuhan masing-masing. Agar minimalisasi potensi konflik dimungkinkan diperlukan ruang koeksistensi (space of co-existence) bagi sebagian besar identitas.

Disampaikan dalam diskusi FISTRAN III, Dr. Suharno, M.Si seputar dampak konflik Indonesia akibat multikultural menyebabkan masalah sosial yang beragam, “akibat kebijakan negara menonjol politik monokultural menyebabkan masalah sosial lain berupa kesenjangan dan konflik” ujarnya. Ia juga menyampaikan politik monokulturalisme telah menghancurkan local cultural geniuses.

Menanggapi masalah tersebut Suharno menjelaskan beberapa resolusi konflik yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dan mengkaji masalah sosial yang tengah berkembang di Indonesia. Diantara resolusi tersebut, ia menyebutkan mulai dari tahap yan awal yaitu prinsip“kurangi kebencian pada musuhmu.” Berdasarkan diskusi yang dilakukan Suharno menyimpulkan bahwa penyelesaian konflik yang baik dapat dilakukan jika konsensus telah selesai dilevel masyarakat, oleh karena itu mampu memiliki kekuatan memaksa dan mengikat bagi semua pihak.

Sebagai pembicara kedua Charly, asal Michigan University of Amerika menyampaikan bahwa Indonesia dan negara berkembang lainnya di seputar Asia tenggara perlu menemukan jati dirinya kembali, siapakah ia?, karena yang ia lihat bahwa orang pribumi suka berpakaian ala Belanda, “berdasarkan kajian dan penelitian yang saya lakukan, saya heran melihat orang Indonesiadan penduduk pribumi yang suka mengenakan pakaian ala Belanda” ujarnya.
Diharapkan dengan adanya kegiatan rutin FISTRAN ini mampu menumbuhkan cinta diskusi baik Dosen maupun mahasiswa dana komponen yang ada di dalam kampus.[Ebi/Dept. MJ]

Jumat, 16 Maret 2012

Leading in Character Education FIS Dalam Talkshow Jogja tv



Bertempat di Jogja tv, Rabu 14 Maret 2012 Fakultas Ilmu Sosial tampil dalam salah satu acara talkshow yang disiarkan langsung oleh statiun televisi lokal jogja tersebut “Bincang Hari Ini Bersama UNY”, dengan mengusung tema Leading in Character education FIS menunjukkan eksistensinya pada masyarakat dan sekaligus menjadi ajang sosialisasi dalam hal mendekatkan UNY dengan masyarakat. 


Acara tersebut menghadirkan  narasumber yang juga merupakan jajaran dekanat Fakultas Ilmu Sosial, Prof. Dr. Ajat Sudrajat M.Ag Dekan FIS, Wakil Dekan I Drs. Cholisin, M.Si, Wakil Dekan II Drs. Saliman, M.Pd, serta Wakil Dekan III Dra. Rr. Terry Irenewaty, M.Hum dan beserta rombongan lainnya, kajur, dosen, karyawan serta perwakilan mahasiswa. Selain itu hadir pula alumni FIS, mahasiswa berprestasi, Wahyu Iman Satria dalam ajang panahan, Fitri Nur Mahmudah student exchange ke Thailand, Putri Ayuningtyas student exchange ke Aichi University Japan, yang juga dimintai keterangan sebagai narasumber.


Dalam awal acara Dekan FIS menjelaskan sejarah singkat perjalanan UNY, serta peran FIS sebagai pelopor pendidikan karakter di UNY yang sudah berjalan dua tahun dalam perkuliahan. Untuk fasilitas-fasilitas penunjang yang disediakan oleh FIS dijelaskan oleh Wakil Dekan I. Lalu selanjutnya disusul oleh penjelasan dalam hal pembinaan mahasiswa, prestasi-prestasi mahasiswa, beasiswa, serta cuplikan video singkat profil FIS.


Dalam acara yang dimulai pukul 20.30-21.30 ini beberapa mahasiswa berprestasi turut menceritakan bagaimana pengalaman yang mereka dapatkan dalam student exchange tersebut. “Disana (Thailand) luar biasa sekali disana, dan yang saya bisa petik adalah yang mungkin dapat saya sampaikan ke teman-teman ataupun bapak ibu dekanat untuk menunjang Universitas kita ini sebagai World Class University mungkin dapat membuat MoU untuk lebih mempererat dalam hal studi exchangenya” tutur Fitri Nurmahmudah salah satu mahasiswa berprestasi UNY. 

Para alumni FIS UNY juga turut berpatisipasi dalam acara tersebut. Danu Eko Agustinova mengemukakan betapa bersyukurnya mereka sebagai alumni, dapat berkuliah dan lulus dari UNY khususnya FIS. Lain halnya dengan Sri Wintartini yang kini menjadi seorang entrepreneur, mengaku mendapat pengalaman berharga selama FIS UNY dan dapat mengantarkannya mereka ke arah kesuksesan. (Fitri/ Dept. MJ)


Kenaikan SPP UNY bukan karena Kenaikan BBM ?


Kenaikan SPP UNY bukan karena Kenaikan BBM ?

Beban biaya pendidikan SPP UNY tahun 2012 mengalami kenaikan yang signifikan, yakni SPP untuk Mahasiswa Reguler naik dari Rp. Rp. 705.000 menjadi Rp. 1.005.000, dan untuk Mahasiswa Nonreguler dari Rp. 1.550.000,00 naik menjadi Rp. 2.205.000,00-, ungkap Setio Budi, bagian perencanaan pendanaan UNY (15/3).


Kenaikan biaya SPP UNY ditegaskan oleh Sutrisno Wibowo (15/3) di Ruang Sidang Rektorat dalam Acara Sosialisasi Biaya Pendidikan UNY. Beliau mengungkapkan bahwa kenaikan ini bukan lantaran kenaikan BBM Bulan April, tetapi  lantaran untuk menekan kebutuhan biaya pendidikan kampus yang semakin tinggi. "SPP maba 2012 naik bukan alasan karena kenaikan BBM, tetapi kebutuhan UNY yang semakin tinggi dalam pendanaan kebutuhan operasionalnya dan lainya", tegas beliau.


Lebih lanjut, Sutrisno Wibowo mengungkapkan bahwa UNY telah berupaya menekan biaya pendidikan agar terjangkau untuk berbagai kalangan mahasiswa, namun karena kebutuhan-kebutuhan yang semakin tinggi seperti biaya operasional perkulihan dan biaya lain sebagainya, maka sangatlah jelas bahwa pendanaan beban biaya itu kurang. “Subsidi yang diberikan pemerintah melalui DIKTI pun dirasa belum cukup pula menjangkau kekurangan tersebut, oleh karena itu UNY menaikkan SPP”, tegas beliau. [ipung/ Dept. MJ]

File Sosialisasi Biaya Pendidikan UNY
File 77 Kb

leflet PMB 2012
File 2 Kb


Bagaimana tanggapan kawan-kawan dengan kenaikan SPP?

Jangan lupa berkomentar, Aspirasikan suara kalian disini

Kamis, 08 Maret 2012

Rapat kerja HIMA D3 FISE




Wates, BK HIMA D3 FISE mengadakan pertemuaan pada hari Kamis 08 Maret 2012 di ruang lab pemasaran pada pukul 15.00 WIB. Pertemuan ini merupakan rangkaian persiapan untuk pelaksanaan seminar kewirausahaan yang rencananya akan diselenggarakan sekitar awal April 2012 dengan peserta mahasiswa angkatan 2010 dan 2011 jurusan Akuntansi, Sekretaris, dan pemasaran sebanyak 100 Orang.



Seminar Kewirausahaan ini akan di laksanakan di UNY Kampus Wates dengan tujuan agar mahasiswa yang mengikuti seminar ini mampu mengembangkan potensi mereka dalam bidang kewirausahaan. Pada pertemuan ini di hadiri oleh ketua Hima D3 FISE yaitu Davi ferdiansyah, wakil ketua yaitu Hari Widodo, dan semua Staf dari tiap devisi yang beranggotakan 20 orang.


Eka Budi Rahayu selaku ketua panitia memberikan penjelasan kepada semua panitia yang telah hadir terkait masalah persiapan seminar yang akan di laksanakan pada awal April mendatang. Materi rapat tersebut antara lain membahas masalah tempat, pembicara, dan konsumsi. Dan di akhir pertemuan kali ini Davi selaku ketua Hima mengajak agar semua anggota dapat kompak dalam menjalankan program kerjanya serta diharapakan dengan adanya kegiatan seminar ini maka mahasiswa mampu berwirausaha. Pertemuan ini berakhir pada pukul 17.13 WIB. (Ratih / Dept. MJ)


Pelatihan PMW, Pacu Kreativitas Usaha Mahasiswa

Pemateri pelatihan Softskill, 4/3 di Fakultas Bahasa dan Seni UNY

Jogja (4/3) kecenderungan sebagian besar lulusan Perguruan Tinggi atau fresh graduate lebih sebagai pencari pekerjaan bukan pencipta lapangan pekerjaan. Makin tinggi jenjang pendidikan makin tinggi kecenderungan untuk bekerja pada pekerjaan yang dianjurkan orang lain (BPS,Jakarta,2010).

Merespon dan prihatin terhadap masalah tersebut, UNY mengadakan pelatihan soft skill kewirausahaan bagi mahasiswa bidik misi yang berlangsung Sabtu dan Minggu (3-4 Maret) bertempat di Fakultas Bahasa dan Seni UNY. 

Pelatihan ini dihadiri oleh Wakil Rektor III, Herminanto Sofyan beserta jajaran kemahasiswaan. Dalam pembukaannya ia menyampaikan pentingnya wirausaha bagi kemajuan negara maju. “Pengadaan pelatihan softskill dan pembagian kelompok PMW mahasiswa bidik misi mengacu pada pemberdayaan kualitas mahasiswa yang kreatif dalam menciptakan usaha-usaha baru dan lapangan pekerjaan baru guna kemajuan negara,” ujarnya.

Ketika diwawancarai, Ani (Pendidikan Sosiologi ) salah satu mahasiswa penerima bidik misi mengungkapkan pelatihan softskill sangat bermanfaat dan memilki prospek yang bagus, “saya sangat antusias dengan pengadaan pelatihan softskill ini, karena saya rasa sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat disekitar kita yang akan merasakan dampak positif dengan adanya pelatihan softskill yang memiliki prospek bagus kedepan,” tegasnya.

Semoga dengan adanya pelatihan softskill bagi mahasiswa bidik misi dapat melatih dan melahirkan embrio-embrio wirausahawan berkompeten dan kreatif dalam menciptakan lapangan pekerjaan bukan pencari pekerjaan.[Ebi/ Dept. MJ]

Jumat, 24 Februari 2012

Mahasiswa D3 Kampus Wates Sampaikan Keluhannya

Mahasiswa D3 Kampus Wates Sampaikan Keluhannya





“…masalah jadwal kuliah, fasilitas yang berbeda dengan kampus pusat, dan merasa di anak tirikan” 


Wates, APP HIMA D3 FISE mengadakan diskusi bersama birokrasi kampus beserta perwakilan dari BEM FIS dan BEM FE berjalan lancar. 
Pukul 14.00 wib, rabu (22/2) diskusi di hadiri oleh Dapan, M. Kes selaku pengelola UNY kampus wates, dan ketua pengelola rusunawa UNY Kampus Wates, Djihad Hisyam, M. Pd, dan beserta pengelola lainnya. Diskusi ini membahas masalah yang ada di rusunawa maupun di UNY Kampus Wates, dan ini menjadi salah satu sub tema yang tepat di diskusikan, karena melihat begitu banyak keluhan dari para mahasiswa khususnya mahasiswa UNY Kampus Wates yang sedang dihadapi saat ini 
Diskusi ini disambut antusias oleh pihak birokrasi dan mahaisswa, hal ini terlihat dari banyaknya jumlah dosen dan mahasiswa yang datang untuk mnghadirinya. Diskusi ini, para segenap jajaran birokrasi memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk menyampaikan semua keluhan yang dirasakan oleh para mahasiswa. Diskusi ini terasa semakin memanas ketika seorang mahasiswa menyampaikan keluhannya kepada para pihak birokrasi, yaitu terkait masalah jadwal kuliah, fasilitas yang berbeda dengan kampus pusat, dan merasa di anak tirikan. 
Dapan, M. Kes dan segenap jajaran birokrasi lainnya berjanji akan segera menindaklanjuti permasalahan yang ada dikampus wates ini. Akhir diskusi, beliau memberikan semangat kepada semua yang hadir dalam diskusi untuk bersama membangun perubahan di Uny Kampus Wates. [Ratih/Dept. MJ]


Rabu, 22 Februari 2012

Open Recruitmen HIMA PKnH 2012


Open Recruitmen HIMA PKnH 2012


Semakin hari semakin ramai. Ya, itulah wajah teras Hima PknH saat ini, sejak tanggal 13-21 Februari 2012, Hima PknH UNY menyelenggarakan open recruitment untuk seluruh mahasiswa PKnH 2009-2011. Pada hari terakhir pendaftaran sudah tercatat 50 mahasiswa yang mendaftar. Adapun bidang yang bisa dipilih ialah bendahara, sekretaris, divisi PSDM (Pengembangan Sumberdaya Mahasiswa), Divisi Kastil (Akademi Study Ilmiah), Divisi APS (Advokasi Pelayanan Sosial), Divisi PPM (Pemberdayaan Potensi Mahasiswa), Divisi JarKomInfo (Jaringan Komunikasi dan Informasi).


Wawancara dimuali sejak tanggal 20 februari sampai tanggal 21 februari 2012. “Insyallah saya optimis dan sekarang tinggal tunggu hasilnya saja, yang jelas saya sudah berusaha pada sesi wawancara dan berdoa agar dapat terpilih sebagai sekreatris Hima”. Tutur Anik Prihatini mahasiswa PKnH 2011 seteah menjalani sesi wawancara, pengumumanya sendiri dapat dilihat pada tanggal 23 februari 2012 di hima PKnH. [Fitri/Dept. MJ]

Senin, 20 Februari 2012

Kunci Seorang Pemimpin


Ketua-ketua Ormawa KM FIS UNY periode 2012
Kunci Seorang Pemimpin


Lead catching dan conselling merupakan kunci utama menjadi seorang pemimpin” Fitra hariyadi.

KM FIS UNY-Pelaksanaan pengukuhan Ketua Ormawa, rabu (15/2) pada pukul 13.00 wib berlangsung dengan khidmat. Acara ini dihadiri dari jajaran dekanat, Dekan FIS UNY Prof. Dr. Adjat Sudrajat, M. Ag, dan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Dra. Rr. Terry Irenewaty, M. Hum, dan beberapa perwakilan dosen lainya.


Prof. Dr. Adjat Sudrajat dalam sambutanya mengharapkan kedepan Ormawa KM FIS UNY periode 20012 bisa mengembangkan potensi sumberdaya mahasiswa menjadi mahasiswa yang berkualitas kedepanya.


Puncak acara ini adalah pembacaan sumpah jabatan yang dilakukan oleh ketua DPM FIS UNY periode 2012, Sari lestari (P. ADP’09) dan diikuti oleh seluruh ketua Ormawa KM FIS UNY periode 2012, yaitu Gurnito Dwi Dagdo (Hima P. Geografi), Maretha Bahraini (Ketua Hima P.ADP), Ahmad Juanda (Ketua P. IPS), Ahmad Sidik (Ketua PknH), Aris Wahyudi (Ketua Hima P. Sejarah), Budi Sulaiman (P. Sosiologi), Fitra Ramadhan (Ketua Hima Ilmu Sejarah), Rakhyan Wisnu Sasongko (UKMF JM- Al ishlah), Dwi Nurrahayu (UKMF Screen), dan Wahyudi Iman Satria (Ketua BEM FIS UNY). Pelantikan ini disaksikan oleh jajaran Dekanat, Dosen maupun Mahasiswa.


Acara pelantikan Ketua Ormawa KM FIS UNY ini, menghadirkan pembicara, Fitra hariadi, SE dengan bertemakan “Young Leadhership in the word order”. Fitra yang akrab disapa menyampaikan banyak sekali gagasannya dalam bidang kepemimpinan karena ia dan Indonesia mendambakan pemimpin muda berkualitas, “Indonesia menadambakan pemimpin muda yang mampu menyelesaikan masalah bukan mencitakan masalah”.


Lead catching dan conselling merupakan kunci utama menjadi seorang pemimpin, yang meliputi jiwa mengayomi, communicate, confidence, customer oriented, change leading, collaborative leading” ujar Fitra yang juga merupakan ex. Ketua BEM FISE 2006, dan ex. Ketua BEM REMA 2007.


Kunci tersebut, semoga dapat diamalkan dan dimanfaatkan oleh seluruh Ketua Ormawa KM FIS UNY periode 2012, semoga amanah dalam menajalankannya dan sukses selalu. [Ebi/Dept. MJ].


Kamis, 16 Februari 2012

Kuliah Umum Prof. Buya Syafi’i


Kuliah Umum Prof. Buya Syafi’i


“Selama matahari masih bersinar, kehidupan masih ada” Prof. Buya Syafi’i.

FIS UNY- Senin (13/2) menyambut awal perkuliahan, jajaran dekanat FIS UNY memberikan pemanasan kepada mahasiswa melalui diskusi hangat yang dahsyat bersama Prof. Buya Syafi’i. Diskusi ini bertemakan “ Nilai Proklamasi dan menerawang masa depan”.


            Diskusi ini menjadi salah satu tema yang tepat didiskusikan saat ini, karena melihat banyak sekali masalah yang sedang dihadapi bangsa ini. Diskusi ini disambut antusias oleh kalangan dosen maupun mahasiswa, hal ini terlihat dari banyaknya jumlah dosen dan mahasiswa yang mengahdirinya.


            Dalam diskusi ini Prof. Buya Syafi’I mengungkapkan kepesimisannya dalam melihat masa depan Indonesia yaitu lantaran masih banyaknya perselingkuhan dan kecurangan daam pelaksanaan pemerintahan, selebihnya Prof. Buya Syafi’I mengatakan “Indonesia itu bukan bangsa dengan mental tempe, bukan bangsa yang bodoh, banyak orang hebat berasal dari Indonesia, tapi mereka kurang dihargai,  orang Indonesia dicurangi bahkan dihianati oleh pihak dalam system ini”. Kondisi Indonesia saat ini, akibat masih adanya sistem politik Indonesia yang kotor, kumuh, dan cenderung bersifat materalistik yaitu karena politik inidonesia masih menjadi bagian dari lahan pencaharian sebagian orang “industry politik”,, ungkap beliau.


Jakarta adalah kota yang merupakan salah satu sentral “Industry Politik” di Indonesia. Selain menjadi ibukta negara, Jakarta merupakan sentral bislnis perpolitikan bagi para penguasa, penjelasan lebih lanjut Prof. Buya Syafi’i.


            Tak hanya sekedar menjelaskan kepesimisanya terhadap kondisi Negara Indonesia saat ini, beliau juga mengungkapkan optimism-nya dalam menerawang masa depan negeri ini kedepan yaitu berlimpahnya Sumber Daya Alam yang dimiliki. Keberlimpahan ini akan menjadikan Indonesia kelak negara yang maju apalagi jika ditunjang dengan peningkatan Sumber Daya Manusianya pula, “Negeri Indonesia, negeri yang memilki limpahan sumberdaya alam yang luar biasa ini akan dapat menjadi negeri yang maju, apalagi ditunjang sumber daya manusia yang banyak”.


            Penunjang selain berlimpahnya Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia adalah Indonesia juga memiliki Ideolgi Pancasila, yang mencakup semua aspek kehidupan negeri ini. Harapan kedepan Prof. Buya Syafi’I adalah “Pancasila jangan hanya di puji dalam retorika, dikhianati dalam laku, tapi puji dan amalkanlaj nilainya untuk memabngun negeri ini tanpa mencurangi dalam setiap sisi” begituah pesan beliau sampaikan.


Optimisme membangun negeri ini, tentunya harus ditunjang dengan peningkatan kualitas, intelektualitas, skill serta moralitas dari individu Indonesia serta jangan jadikan bangsa ini menjadi bangsa yang tidak mampu berfikir dialektis. Akhir diskusi, beliu memberi semnagat motivasi untuk membenagun perubahan negeri ini ”selama matahari masih bersinar, kehiduanpun masih ada”. [Novia/Dept. MJ]

Senin, 13 Februari 2012

Dekanat FIS Buat Aturan Baru, Dosen Gantikan OB


JOGJA - Menyambut semester genap tahun 2012 Jajaran dekanat Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta (FIS UNY) membuat  gebrakan baru dalam meningkatkan kedisiplinan para dosen, serta menghemat penggunaan energi listrik di lingkungan FIS UNY.

Peraturan tersebut mengharuskan mahasisiwa agar tidak memasuki ruang perkuliahan sebelum dosen datang dan membuka ruang perkuliahan. Setelah proses perkuliahan berakhir, lampu, pendingin ruangan dan LCD proyektor harus di matikan dan ruang perkuliahan harus di tutup dan kunci ruangan di serahkan ke bagian UMPER FIS UNY.

Aturan baru ini mulai di ujicobakan pada hari pertama kegiatan perkuliahan semester genap tahun 2012, senin (13/2/2012). “Ya, itu memang aturan baru, tiap periode kepengurusan punya aturan tersendiri dan itulah aturan dari jajaran dekanat periode ini” ucap Sumarjo staff UMPER FIS UNY.

Kebijakan ini juga bertujuan untuk mengurangi kegiatan mahasiswa yang cenderung tidak produktif  dalam hal penggunaan ruang kelas ketika ruang kelas sedang tidak di gunakan untuk proses perkuliahan, peminjaman ruangan untuk kegiatan mahasiswa dapat dilakukan dengan dengan mengajukan surat permohonan peminjaman, lanjut Sumarjo, “ kita kan sering lihat  mahasiswa menggunakan ruang kelas untuk berkumpul tidak jelas dan ruang kuliah sering di pakai untuk rapat” ungkap Sumarjo ketika di temui di ruangannya.
Aturan baru ini kemudian mendapat respon yang sangat keras dari kalangan mahasiswa. Mantan ketua BEM FISE UNY periode 2011, Heri Sudarmanto, berpendapat bahwa kebijakan itu Tak Populer dan Non Populis karena dapat membatasi aktivitas mahasiswa di kampus, kebijakan ini juga dipandang kurang sosialisasi kepada mahasiswa  sebelum di terapkan.
Heri yang juga merupakan mahasiswa aktif dalam lingkungan FIS UNY menambahkan, bahwa tujuan dari aturan ini sangat tidak jelas jika di kaitkan dengan kedisiplinan dosen, apabila kedisiplinan dosen yang diharapkan dari aturan ini, maka tidak harus dengan mengorbankan kepntingan mahasiswa.

“Ini jelas merugikan, ruang kelas memang  milik kampus  tetapi kampus juga milik mahasiswa kan.., jadi kita punya hak, jangan mau di batasi dengan aturan yang tidak jelas” tegas Heri. [Enal/Dept. MJ]

 
Support : Dept.Media dan Jaringan | BEM FIS UNY | UNY
Copyright © 2011. BEM FIS UNY 2012 - All Rights Reserved
Template Modify by ipung Berjuang
Proudly powered by UNY